PT Kereta Api Indonesia (Persero) membukukan pencapaian signifikan pada masa angkutan libur panjang Imlek 2026 dengan total penjualan tiket mencapai 985.426 unit. Angka ini melampaui jumlah kursi yang disediakan pada periode 13–17 Februari 2026, yakni sebanyak 825.086 tempat duduk.
Tingginya angka penjualan dibandingkan kapasitas kursi ini terjadi karena pola perjalanan, sehingga satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu penumpang di stasiun antara yang berbeda.
Berdasarkan data operasional, rata-rata okupansi harian tercatat secara konsisten melampaui angka 100 persen. Puncak kepadatan terjadi pada arus balik Selasa (17/2/2026) dengan proyeksi lebih dari 172 ribu pelanggan melakukan perjalanan secara bersamaan.
"KAI menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi selama libur panjang Imlek. Okupansi harian tercatat melampaui 100 persen, dipengaruhi pola perjalanan dinamis di stasiun antara," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Yogyakarta mengukuhkan posisinya sebagai destinasi terfavorit selama masa libur ini. Relasi Yogyakarta–Gambir mencatatkan volume tertinggi dengan 12.883 pelanggan, disusul oleh arah sebaliknya, Gambir–Yogyakarta, sebanyak 11.345 pelanggan.
Selain Yogyakarta, kota-kota besar lainnya seperti Semarang, Bandung, dan Surabaya juga menunjukkan trafik yang padat, terutama pada perjalanan kelas eksekutif dan ekonomi komersial yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


