PT Phytochemindo Reksa resmi mengoperasikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah strategis untuk memperkuat produksi ekstrak bahan baku alam domestik.
Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 23.235 meter persegi ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan industri farmasi, kosmetik, dan pangan olahan nasional terhadap bahan baku impor yang selama ini masih mendominasi pasar.
Pabrik ini mengintegrasikan fasilitas produksi, laboratorium riset, serta gudang penyimpanan dalam satu kawasan untuk menjaga konsistensi kualitas produk sesuai standar sains modern.
Hingga saat ini, produk unggulan seperti ekstrak kunyit dan temulawak hasil produksi perusahaan telah menembus pasar di lebih dari 16 negara.
Dengan adanya pabrik baru ini, kapasitas produksi diharapkan meningkat secara signifikan sehingga herbal Indonesia tidak hanya dipandang sebagai produk tradisional, tetapi juga memiliki daya saing ilmiah yang kuat di pasar global.
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, Mohamad Kashuri, menilai peresmian ini sebagai kemajuan besar bagi industri obat bahan alam di tanah air.
Kolaborasi riset secara intensif juga dilakuka dengan berbagai perguruan tinggi ternama, seperti ITB, UGM, Universitas Indonesia, dan Universitas Sanata Dharma.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


