Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan kepastian mengenai keamanan stok bahan baku bagi industri petrokimia nasional meski tengah menghadapi tekanan geopolitik global.
Langkah mitigasi melalui pengelolaan persediaan yang adaptif serta pengamanan pasokan dari berbagai sumber eksternal dinilai telah menstabilkan kondisi sektor hulu kimia saat ini.
Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin, Wiwik Pudjiastuti, menyebutkan bahwa ketersediaan fisik bahan baku utama seperti nafta dan gas relatif terjaga.
Meskipun fluktuasi harga akibat konflik di Timur Tengah tetap menjadi tantangan, industri petrokimia dalam negeri dianggap berada dalam posisi yang cukup tangguh untuk menjaga kelangsungan operasional pabrik.
Ketergantungan terhadap impor nafta masih menjadi titik lemah industri nasional. Oleh karena itu, strategi diversifikasi sumber bahan baku kini tengah dipacu, salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan kondensat sebagai substitusi yang lebih mandiri.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan pembebasan bea impor LPG selama enam bulan ke depan guna meringankan beban biaya produksi industri.
Selain itu, pengembangan teknologi pengolahan batu bara menjadi produk kimia bernilai tinggi juga masuk dalam peta jalan jangka panjang untuk menciptakan kemandirian bahan baku.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


