Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan membangun serta merenovasi 1.008 Ruang Praktik Siswa (RPS) di berbagai SMK di Indonesia.
Keberadaan RPS menjadi sangat penting mengingat kekhasan pembelajaran di SMK yang bertumpu pada Project Based Learning (PBL) dan Teaching Factory.
Saat ini masih ada tantangan besar terkait ketersediaan sarana praktik, di mana sekitar 60 persen SMK di tanah air dilaporkan belum memiliki ruang praktik yang memadai untuk mendukung kompetensi keahlian siswanya.
"Ruang praktik yang memadai sangat penting untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek dan industri yang menjadi ciri khas SMK, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai maksimal," ujar Dirjen Kemendikbud Tatang Muttaqin, Rabu (13/5).
Berbeda dengan ruang kelas teori yang kebutuhannya relatif dapat disiasati melalui rotasi jadwal Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa kelas dua belas, RPS bersifat esensial dan tidak dapat digantikan.
Oleh karena itu, target saat ini adalah menutup celah kekurangan sarana praktik tersebut agar setiap siswa SMK memiliki akses terhadap fasilitas yang sesuai dengan standar industri.
Dengan RPS yang tersertifikasi dan modern, diharapkan siswa SMK tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang matang sebelum terjun ke dunia kerja.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


