Realisasi investasi di Kalimantan Timur terus menunjukkan tren positif dengan pencapaian senilai Rp26,95 triliun pada kuartal III/2025. Angka ini naik sebesar 16,17 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, sejak Januari hingga September 2025, total modal yang masuk ke wilayah ini telah menyentuh Rp70,43 triliun atau setara dengan 88,20 persen dari target tahunan. Keberhasilan ini menempatkan Benua Etam pada posisi keenam nasional secara keseluruhan.
Pertumbuhan modal ini didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp23,46 triliun, di mana Kota Balikpapan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 40,66 persen.
Menariknya, terjadi pergeseran pada peta investasi asing di mana Mauritius kini tampil sebagai investor teratas, mengungguli Singapura dan Prancis. Sektor industri kimia dan farmasi serta pertambangan tetap menjadi motor penggerak utama yang menarik minat para pemilik modal untuk menanamkan investasinya di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Daya tarik investasi Kalimantan Timur tetap sangat kuat. Kota Balikpapan menjelma sebagai magnet investasi PMDN, sementara Mauritius tampil di posisi teratas untuk realisasi investasi asing. Total terdapat 31 negara yang menanamkan modal di wilayah ini pada periode Juli hingga September kemarin,” ujar Kepala DPMPTSP Provinsi Kaltim, Fahmi Prima Laksana.
Selain membawa modal fisik, aliran investasi ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai 19.200 orang pada kuartal ketiga saja. Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar yang mendukung penghidupan ribuan keluarga di pelosok daerah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


