Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerbitkan buku Indikator Iptek, Riset, dan Inovasi Indonesia (IIRI) 2024 sebagai potret menyeluruh perkembangan sains di tanah air.
Data menunjukkan peningkatan signifikan pada publikasi ilmiah internasional Indonesia dengan pertumbuhan mencapai 13.975 dokumen. Sebanyak 445.521 personel SDM iptek nasional menjadi penggerak utama di balik angka tersebut, di mana porsi terbesar kontribusi berasal dari artikel jurnal dan prosiding internasional.
Dalam pemeringkatan institusi, BRIN menempati posisi puncak dengan 5.273 dokumen, disusul oleh Universitas Gadjah Mada (3.483 dokumen) dan Universitas Indonesia (3.341 dokumen).
Menariknya, Bina Nusantara University muncul sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang masuk dalam jajaran lima besar nasional, bersaing ketat dengan universitas negeri papan atas seperti Universitas Airlangga dan ITB.
Dari sisi bidang keilmuan, riset ilmu lingkungan mencatatkan dokumen terbanyak dalam lima tahun terakhir (2019-2023) dengan total 54.269 dokumen, melampaui bidang teknik dan fisika. Tren ini mencerminkan orientasi riset nasional yang semakin peka terhadap isu-isu keberlanjutan dan perubahan iklim.
Di tingkat regional, Indonesia menempati posisi ketiga di Asia setelah China dan Korea Selatan, serta berhasil mengungguli negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand dalam jumlah publikasi tersitasi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


