Pembangunan transportasi publik massal di Ibu Kota terus menunjukkan perkembangan signifikan pada awal tahun ini. Proyek MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Monas ditargetkan mulai melayani penumpang pada semester II/2027.
Berdasarkan data per Desember 2025, paket kontrak CP201 yang mencakup pembangunan dua stasiun bawah tanah utama tersebut telah mencapai angka 91,16 persen.
Pekerjaan di lapangan saat ini mencakup penyelesaian detail arsitektural dan pemasangan fasilitas pendukung di dalam stasiun. Di Stasiun Thamrin, petugas sedang melakukan instalasi dinding keramik, langit-langit logam, serta perakitan eskalator guna memastikan kesiapan operasional.
Sementara itu, di Stasiun Monas, fokus pengerjaan beralih pada pengecoran pintu masuk stasiun dan instalasi sistem mekanikal, elektrikal, serta pemipaan agar seluruh fungsi teknis bangunan bawah tanah dapat berjalan secara otomatis dan aman bagi pengguna jasa.
“Proyek MRT Bundaran HI—Monas yang terus diakselerasi ditargetkan mulai beroperasi pada semester II/2027. Pembangunan stasiun MRT dari Bundaran HI ke Monas yang masuk dalam Fase 2A CP201 ini telah mencapai 91,16 persen per akhir tahun lalu. Sebelum benar-benar beroperasi, nantinya jalur sepanjang 1,96 kilometer ini akan terlebih dahulu melewati serangkaian uji coba seperti yang pernah dilakukan pada Fase 1 sebelumnya. Kami berkomitmen menjaga ketepatan waktu pengerjaan demi kenyamanan mobilitas warga Jakarta,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat.
Fase 2A sendiri merupakan proyek yang kompleks karena seluruh lintasannya berada di bawah tanah dengan total tujuh stasiun mulai dari Thamrin hingga Kota. Selain CP201, pengerjaan paket kontrak lainnya seperti pembangunan Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar juga terus berjalan berdampingan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


