PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan upaya pemulihan operasional di wilayah terdampak banjir dan cuaca ekstrem, khususnya pada petak jalan Pekalongan–Sragi.
Jalur tersebut kini telah dapat dilalui kembali oleh rangkaian kereta api, namun dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam. Langkah ini diambil guna memastikan struktur jalur tetap aman sehingga petugas dapat melakukan penyempurnaan prasarana secara bertahap tanpa menghentikan total arus transportasi logistik dan penumpang.
Meskipun operasional berangsur membaik dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 95,15 persen, KAI masih melakukan pembatalan terbatas pada beberapa jadwal perjalanan. Pembatalan ini menyasar beberapa kereta seperti KA Purwojaya, KA Gajayana Tambahan, serta KA Argo Bromo Anggrek guna meminimalisir risiko selama proses penguatan lintasan berlangsung.
“Upaya tersebut meliputi penguatan struktur jalur dan penyempurnaan sistem drainase sebelum seluruh kereta kembali dapat melintas dengan kecepatan normal,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Petugas di lapangan saat ini bekerja dalam tiga shift untuk menormalisasi titik-titik yang sempat terendam luapan sungai dan terdampak jebolnya tanggul. Pengguna jasa kereta api yang perjalanannya dibatalkan mendapatkan jaminan hak melalui pengembalian bea tiket sebesar 100 persen.
KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini melalui aplikasi Access by KAI sehingga rencana perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi pemulihan infrastruktur yang sedang berlangsung secara intensif.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


