Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan kawasan Meikarta akan menjadi salah satu lokasi pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di wilayah perkotaan.
Hal tersebut disampaikan usai pembahasan awal bersama sejumlah pihak terkait penyediaan hunian vertikal bersubsidi.
“Ya, tadi kita sudah bahas. Saya sudah minta data dari Perumnas dan pengembang swasta terkait lokasi-lokasi di perkotaan. Salah satunya di Meikarta,” ujar Ara dikutip dari Antara.
Ara mengatakan, Kementerian PKP akan kembali mengundang para pengembang rusun subsidi serta pemangku kepentingan terkait pada Rabu, 14 Januari 2025, untuk membahas lebih lanjut kesiapan proyek tersebut.
“Hari Rabu malam saya undang lagi ke kantor jam sembilan malam. Kita lihat kesiapannya, tapi salah satunya memang di Meikarta,” katanya.
Kementerian PKP mengungkapkan, rusun subsidi di kawasan perkotaan akan dikembangkan melalui dua skema, yakni rumah susun sederhana milik (rusunami) dan rumah susun sewa (rusunawa).
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menambahkan, pembahasan kedua konsep itu akan melibatkan pengembang, asosiasi pengembang, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Kita akan duduk bersama untuk menyepakati skema yang paling memungkinkan,” ujarnya.
Menurut Sri, tingginya harga tanah menjadi kendala utama pembangunan rumah tapak di perkotaan.
Karena itu, pemerintah mendorong hunian vertikal dengan menyesuaikan harga yang dapat dibiayai melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Saat ini, konsep rusun subsidi telah disusun dan tengah dibahas bersama para pihak sebelum ditetapkan dalam kebijakan resmi Menteri PKP.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


