Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menyiapkan hingga 10 ribu porsi makanan gratis setiap hari untuk jamaah berbuka puasa selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Menteri Agama yang juga Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Istiqlal terbuka bagi seluruh umat beragama.
“Kegiatan buka puasa di Istiqlal berlangsung rutin. Pada akhir pekan, jumlah jamaah bisa mencapai 7.000–10.000 orang, sedangkan hari biasa sekitar 4.000–5.000 orang. Semuanya kami layani dengan nasi boks,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan, masjid terbesar di Asia Tenggara itu juga ramah bagi penyandang disabilitas dengan fasilitas lift, toilet khusus, serta area prioritas di bagian depan. “Fasilitas buka puasa dan sahur khusus juga disiapkan bagi mereka,” katanya.
Selama Ramadhan, Istiqlal menggelar khataman Al Quran dari pagi hingga malam serta berbagai kursus bahasa gratis dengan pengajar penutur asli, termasuk Mandarin yang didatangkan langsung dari Tiongkok.
Mengusung tema “Ramadhan Hijau”, Istiqlal turut menonjolkan penggunaan panel surya dan sistem daur ulang air. “Dengan sistem ini, kami dapat menghemat energi dalam jumlah besar,” ujar Nasaruddin.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


