Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyerahkan 252 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Sabtu (15/2).
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat dan disaksikan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga serta Wakil Bupati Muchsin Hasan.
Suharyanto menjelaskan huntara dibangun sebagai hunian sementara yang aman dan layak hingga pembangunan hunian tetap (huntap) selesai. Kepala BNPB memastikan bahwa seluruh kepala keluarga yang rumahnya rusak berat, berada di zona rawan bencana, atau hilang akibat bencana, berhak memperoleh huntap.
BNPB mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah segera mengajukan data calon penerima berdasarkan skema by name by address (BNBA) agar proses pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan.
“Semua kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akan mendapatkan huntap per KK, termasuk yang sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah. Sepanjang memenuhi kriteria, akan kami fasilitasi sesuai permohonan pemerintah daerah,” tegas Suharyanto.
Dalam kesempatan dialog bersama masyarakat dan relawan, muncul aspirasi terkait kondisi tenda sekolah darurat yang dinilai sudah tidak layak sehingga mengganggu proses belajar mengajar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB langsung memerintahkan jajarannya untuk membangun huntara khusus sekolah dengan ukuran dan fasilitas yang memadai. Untuk dukungan sarana dan prasarana pendidikan, BNPB akan berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Nanti BNPB akan bangun huntara khusus sekolah sesuai kebutuhan ruang kelas. Saya sudah perintahkan jajaran untuk segera memprosesnya. Untuk sarana pendukung lainnya, akan saya koordinasikan langsung dengan Mendikdasmen,” pungkasnya, disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.
Dengan langkah percepatan ini, diharapkan masyarakat Aceh Tengah dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih aman dan layak, sembari proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus berjalan hingga tuntas.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


