Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, melepas ekspor 11,5 ton gula aren organik asal Desa Temon, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ke Malaysia, Belanda, dan Australia dengan nilai mencapai Rp535 juta.
Seremoni digelar di Desa Sejahtera Astra Temon sebagai penanda penguatan posisi produk unggulan desa di pasar internasional.
“Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menjadi inisiator di Desa Temon ini untuk melahirkan Desa Ekspor,” ujar Yandri.
Sebelum pelepasan, ia sempat memastikan kesiapan distribusi menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
“Yang ada di belakang itu bukan sekadar gula aren, tapi mewakili Pacitan, Jawa Timur, dan juga Merah Putih,” katanya.
Yandri menekankan tiga prasyarat keberlanjutan ekspor, yakni menjaga mutu, kuantitas, dan kesinambungan produksi melalui penguatan budidaya serta regenerasi aren.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyatakan kolaborasi menjadi kunci. “Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus kolaborasi,” ujarnya.
Ekspor ini merupakan hasil pendampingan Program Desa Sejahtera Astra yang sejak 2018 membina 1.280 desa di 35 provinsi. Di Pacitan, sekitar 400 warga dari lima desa terlibat melalui Temon Agro Lestari.
Program tersebut dilaporkan meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 50 persen dan menyerap produk 100 persen, sekaligus memperkuat ekosistem gula aren organik berdaya saing ekspor.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


