Fenomena langka kembali terjadi di Kebun Raya Bogor. Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) dilaporkan mekar sempurna dan langsung menarik perhatian wisatawan sekaligus menjadi sarana edukasi tentang konservasi tanaman langka.
Peristiwa ini menjadi momen istimewa karena bunga tersebut tidak mekar setiap tahun dan hanya bertahan dalam waktu singkat.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya (MNR), Zaenal Arifin, mengatakan bunga bangkai ini berasal dari umbi yang telah dirawat selama lebih dari 35 tahun.
“Mekarnya kali ini merupakan yang ke-6 sejak terakhir mekar pada 2020, dengan nomor koleksi VI.C.489. Ini tentu menjadi momen langka bagi pengunjung Kebun Raya Bogor,” ujar Zaenal.
Menurut Zaenal, peran pengelola sangat penting dalam menjaga kondisi tanaman agar tetap sehat hingga berhasil mekar.
“Kami memastikan pengunjung dapat menikmati bunga ini dengan aman. Posisi bunga yang cukup tinggi membuat pengawasan menjadi hal yang krusial,” katanya.
Bunga bangkai diketahui hanya mekar sekitar satu hari dan mulai mengeluarkan aroma khas sejak Kamis (5/2/2026).
Meski tinggi bunga kali ini hanya mencapai 1,4 meter, lebih pendek dari sebelumnya, kondisi umbi tetap sehat.
“Tanaman ini sempat terserang hama, sehingga keberhasilan mekarnya menjadi prestasi besar bagi tim konservasi,” ucap Zaenal.
Ia menegaskan, perawatan bunga bangkai merupakan bagian dari misi Kebun Raya Bogor dalam menjaga keanekaragaman hayati dan memberikan edukasi kepada publik.
“Ini bukan sekadar tontonan langka, tetapi simbol kesabaran, penelitian, dan konservasi berkelanjutan,” pungkasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


