Bunga bangkai raksasa atau titan arum (Amorphophallus titanum), tumbuhan endemik Indonesia, mekar di Kebun Raya Adelaide, Australia, sejak Jumat (23/1/2026). Mekarnya bunga langka ini menarik perhatian luas masyarakat Australia.
Ribuan pengunjung datang dan rela mengantre selama berjam-jam untuk melihat langsung serta mencium aroma khas yang dihasilkan saat fase mekar penuh.
Fenomena ini menjadi sorotan karena titan arum merupakan salah satu tumbuhan berbunga terbesar dan paling langka di dunia, dengan asal alami dari Pulau Sumatra.
Ribuan Orang Rela Antre
Antusiasme publik terlihat sejak hari pertama mekarnya bunga tersebut. Kebun Raya Adelaide melaporkan antrean panjang pengunjung sejak taman dibuka pukul 07.30 waktu setempat. Banyak pengunjung datang dari berbagai kota di Australia.
Salah satunya Ethan, pengunjung asal Melbourne, yang mengaku mengantre selama 2,5 jam pada Sabtu (24/1/2026) demi melihat langsung bunga bangkai mekar. Ia menyebut pengalaman tersebut sepadan meskipun cuaca di Adelaide sangat panas.
Pada akhir pekan itu, suhu udara tinggi dan diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius pada awal pekan berikutnya, dengan kondisi angin kencang dan udara kering.
Menurut Ethan, bau yang dihasilkan titan arum menyerupai bangkai hewan di jalan, tetapi tidak sekuat yang ia bayangkan sebelumnya. Meski aroma tersebut cukup menyengat, hal itu tidak mengurangi minat pengunjung.
Media Australia, News.com Australia, melaporkan bahwa ribuan orang tetap datang meskipun mengetahui karakteristik bau bunga tersebut.
Dijuluki “Smellanie”
Kebun Raya Adelaide telah merawat titan arum ini selama sekitar 20 tahun. Tumbuhan tersebut bahkan diberi nama panggilan “Smellanie” oleh pihak kebun raya dan pengunjung karena aroma khasnya.
Menurut Matt Coulter, kurator dari Botanic Gardens and State Herbarium of South Australia (BGSH), kebun raya menerima donasi tiga benih titan arum pada tahun 2006. Dari tiga benih tersebut, pihak kebun raya berhasil mengembangkan hingga sekitar 250 tanaman titan arum.
Sebanyak 100 tanaman dihasilkan melalui metode propagasi potongan daun, sementara 150 tanaman lainnya diperoleh melalui proses penyerbukan.
Titan arum yang mekar kali ini berasal dari benih asli dan merupakan pembungaan kedua, setelah sebelumnya berbunga pada tahun 2021. Proses perawatan dilakukan secara intensif mengingat sifat tanaman yang sensitif dan siklus berbunga yang sangat jarang.
Tumbuhan Asli Indonesia
Titan arum merupakan tumbuhan asli Indonesia yang berasal dari wilayah Sumatra. Tumbuhan ini dikenal memiliki perbungaan yang dapat mencapai tinggi hingga 3 meter saat mekar penuh.
Meski ukurannya besar, masa mekarnya relatif singkat, biasanya hanya berlangsung beberapa hari. Kelangkaan titan arum disebabkan oleh siklus hidupnya yang panjang dan kondisi habitat alami yang semakin terancam.
Diperkirakan hanya sekitar 1.000 individu titan arum yang masih tersisa di alam liar. Selebihnya berada di berbagai pusat konservasi dan kebun botani di dunia. Oleh karena itu, setiap peristiwa mekarnya bunga ini selalu menarik perhatian publik dan kalangan ilmiah.
Termasuk Flora Dilindungi
Secara ilmiah, titan arum pertama kali ditemukan oleh botanis asal Italia, Odoardo Beccari, pada tahun 1878. Tumbuhan ini dapat tumbuh di wilayah Sumatra bagian utara hingga selatan pada ketinggian 28 hingga 720 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), titan arum berstatus Rentan (Vulnerable).
Di Indonesia, khususnya di Bengkulu, ancaman terhadap keberlangsungan hidup titan arum masih tinggi. Penelitian Syamsul Hidayat dan Yuzammi dalam Buletin Kebun Raya Indonesia tahun 2008 mencatat bahwa sebagian masyarakat masih sengaja memotong atau mematikan tumbuhan ini.
Alasan yang dikemukakan antara lain karena dianggap tidak bermanfaat, mengganggu, mengeluarkan bau tidak sedap, serta adanya mitos keliru bahwa bunga bangkai merupakan tumbuhan berbahaya.
Cara Melihat Mekarnya Bunga Bangkai di Adelaide
Kebun Raya Adelaide terletak di sisi timur laut kota Adelaide dengan luas sekitar 48,5 hektare. Kawasan ini dibangun pada tahun 1857 dan berfungsi sebagai pusat konservasi, edukasi, serta penelitian ilmiah. Akses masuk ke kebun raya tidak dipungut biaya, sementara biaya parkir rata-rata sekitar AUD 4.
Untuk melihat titan arum mekar, Konservatorium Bicentennial dibuka gratis untuk umum pada jam-jam tertentu, yakni Jumat pukul 19.00 hingga tengah malam, Sabtu pukul 07.30 hingga siang dan kembali dibuka pukul 19.00 hingga tengah malam.
Pada Minggu (25/1/2026), pengunjung masih dapat datang pukul 10.00 hingga 14.00, meskipun bunga diperkirakan mulai layu dan tidak lagi mengeluarkan aroma. Pengaturan jam kunjungan dilakukan untuk melindungi pengunjung dari risiko cuaca panas ekstrem.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


