Bunga kamboja atau Plumeriaspp. merupakan tanaman hias tropis yang dikenal luas karena bentuk bunganya yang menarik dan aromanya yang khas.
Tanaman ini tumbuh sebagai pohon kecil dengan tinggi berkisar antara 1,5 hingga 6 meter.
Bunganya umumnya memiliki lima kelopak, meskipun pada beberapa varietas dapat ditemukan empat atau enam kelopak. Warna bunga kamboja sangat beragam, mulai dari putih, kuning, merah muda, hingga merah.
Aroma bunganya cenderung manis dan akan terasa lebih kuat pada malam hari, sehingga sering menarik perhatian serangga penyerbuk.
Secara morfologis, pohon kamboja memiliki batang yang tebal dan bercabang, dengan ciri khas mengeluarkan getah putih kental apabila terluka.
Getah ini mengandung lateks yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit jika terkena secara langsung.
Daunnya berbentuk lonjong, tebal, dan berwarna hijau tua, biasanya tumbuh bergerombol di ujung ranting.
Sistem perakarannya berupa akar tunggang yang cukup dalam, sehingga tanaman ini relatif tahan terhadap kondisi kering.
Dari mana asal bunga kamboja?
Dalam klasifikasi ilmiah, bunga kamboja termasuk ke dalam keluarga Apocynaceae, dengan genus Plumeria.
Penamaan Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier, seorang ahli botani asal Prancis yang meneliti flora di wilayah Amerika pada abad ke-17.
Meskipun di Indonesia dikenal dengan nama kamboja, tanaman ini sebenarnya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, seperti Meksiko, Kolombia, dan Ekuador.
Kamboja masuk ke wilayah Nusantara pada masa penjajahan Portugis dan Belanda. Sejak saat itu, tanaman ini menyebar luas dan mudah beradaptasi dengan lingkungan tropis Indonesia.
Kamboja dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim hangat, terutama pada wilayah dengan ketinggian di bawah 700 meter di atas permukaan laut.
Tanaman ini tidak memerlukan perawatan khusus dan mampu hidup di berbagai kondisi tanah, sehingga sering ditanam di taman, pekarangan, hingga sebagai tanaman penghias pinggir jalan.
Karakteristik Bunga dan Pertumbuhan
Bunga kamboja tumbuh bergerombol di ujung cabang, menciptakan tampilan yang mencolok ketika sedang mekar. Tekstur bunganya tidak terlalu kasar maupun terlalu halus, dengan bentuk menyerupai terompet atau corong.
Keunikan lainnya adalah kemampuannya untuk tetap berbunga meskipun pohon sedang meranggas daun. Hal ini membuat kamboja tetap terlihat menarik sepanjang tahun.
Di Indonesia, bunga kamboja lama diasosiasikan dengan area pemakaman karena banyak ditanam di lokasi tersebut. Namun, seiring waktu, persepsi ini mulai bergeser.
Saat ini, kamboja justru menjadi salah satu tanaman hias yang banyak dikoleksi oleh pecinta tanaman karena variasi warna, bentuk bunga, dan kemudahan perawatannya. Berbagai kultivar plumeria dikembangkan untuk menghasilkan warna dan aroma yang berbeda.
Bunga Kamboja dalam Masyarakat Bali
Di Bali, bunga kamboja memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan religius masyarakat Hindu. Penggunaan bunga kamboja dalam upacara keagamaan bukan hanya sekadar hiasan, tetapi sarat dengan makna spiritual.
Menurut pandangan masyarakat setempat, bunga kamboja melambangkan dedikasi dan pengabdian kepada Tuhan. Oleh karena itu, bunga ini kerap digunakan dalam berbagai ritual pemujaan dan persembahan.
Laman resmi Kabupaten Badung menyebutkan bahwa bunga kamboja memiliki dua peranan utama, yaitu sebagai simbol Dewa Siwa dan sebagai sarana sembahyang.
Kehadirannya dalam ibadah mencerminkan kesucian hati serta niat tulus umat Hindu dalam memuja Sang Hyang Widi Wasa dan para leluhur. Warna bunga kamboja, khususnya putih, dipandang sebagai lambang kesucian, spiritualitas, dan kemurnian.
Makna Spiritual Bunga Kamboja
Keunikan lain dari bunga kamboja adalah waktu mekarnya yang sering dikaitkan dengan kalender tradisional Bali. Bunga ini diketahui mekar pada sasih kapat atau bulan purnama keempat, yang dipercaya sebagai periode penuh berkah. Hal ini memperkuat pandangan bahwa bunga kamboja merupakan sari alam yang membawa kebaikan.
Dalam praktik keagamaan, bunga kamboja digunakan dalam upacara ngaben sebagai bentuk penghormatan kepada arwah orang yang telah meninggal.
Selain itu, bunga ini juga digunakan dalam pemujaan dewa-dewi, biasanya diletakkan di telapak tangan saat berdoa. Di luar konteks ritual, bunga kamboja juga hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali sebagai simbol keindahan dan keseimbangan hidup.
Dengan perpaduan antara nilai botani, estetika, dan makna budaya, bunga kamboja menempati posisi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Tanaman ini tidak hanya memperkaya lanskap tropis, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi dan spiritualitas, khususnya di Bali.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


