Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat telah menjaring sekitar 600 anak jalanan dan anak terlantar yang putus sekolah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Penyisiran di lapangan dilakukan oleh petugas dengan menyisir area pasar hingga perempatan jalan utama guna mendata langsung anak-anak yang kehilangan hak edukasinya.
Hingga pertengahan Mei, total data yang berhasil dikumpulkan telah berkembang hingga menyentuh angka 700 anak setelah ditambah dengan hasil verifikasi kunjungan rumah.
Basis data penerima manfaat diselaraskan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Saat ini posisinya sudah terjaring sekitar 700 anak, di mana hampir 600 di antaranya ditemukan langsung oleh petugas di jalanan. Untuk fase rintisan ini, pemerintah menargetkan dapat menjaring hingga 1.000 siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA," urai Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Senin (18/5).
Proses pembagian ruang kelas sementara juga sedang dipetakan secara berkala di beberapa titik.
Fasilitas infrastruktur penunjang akan menempati 10 titik lokasi rintisan dengan memanfaatkan aset gedung milik berbagai instansi pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sejumlah lokasi strategis yang disiapkan antara lain gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta fasilitas milik Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


