TNI Angkatan Laut resmi menerima kedatangan KRI Canopus-936, kapal penyelamat kapal selam pertama yang dimiliki Indonesia, di Dermaga Kolinlamil Jakarta, Senin. Kedatangan kapal tersebut disambut langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali bersama jajaran pejabat TNI AL.
Muhammad Ali menjelaskan KRI Canopus-936 merupakan hasil kerja sama galangan kapal Jerman Abeking & Rasmussen dengan PT Palindo Marine. Kapal ini memiliki tingkat komponen dalam negeri mencapai 60 persen dan dilengkapi teknologi modern seperti Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV), serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Menurut Ali, teknologi tersebut memungkinkan kapal menjalankan survei hidrografi, pemetaan dasar laut, deteksi ranjau, patroli keamanan, hingga dukungan intelijen maritim. KRI Canopus-936 juga dirancang untuk misi pencarian dan penyelamatan bawah laut, termasuk mendeteksi sinyal darurat dan mencari kapal selam yang mengalami kecelakaan.
Sebanyak 93 personel telah menjalani pelatihan hidrografi selama tujuh bulan di Jerman, Prancis, dan Indonesia untuk mengoperasikan kapal tersebut. TNI AL berharap kehadiran KRI Canopus-936 dapat memperkuat kemampuan pemantauan bawah laut dan operasi SAR maritim Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


