Pemerintah mulai melakukan kajian mendalam terkait rencana pembangunan jalur ganda ganda atau double-double track (DDT) untuk rute Bekasi hingga Cikarang sebagai respons atas evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi nasional menyusul insiden kecelakaan maut kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Kehadiran jalur DDT ini penting ntuk memisahkan lintasan antara kereta api jarak jauh yang berkecepatan tinggi dengan KRL Commuter Line.
Saat ini, jalur DDT baru terhubung dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi, sehingga kepadatan lalu lintas kereta di segmen Bekasi-Cikarang masih menjadi titik rawan yang membutuhkan penanganan infrastruktur lebih lanjut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa rencana ini sedang dalam pembahasan intensif lintas kementerian bersama PT KAI.
Selain fokus pada pembangunan lintasan baru, pemerintah juga memprioritaskan peningkatan jalur eksisting dan reaktivasi rel-rel yang sudah lama tidak beroperasi.
"Pembangunan double-double track tersebut sedang kami pikirkan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh," ujar Menko Infrastruktur AHY, Selasa (12/5).
Implementasi proyek DDT Bekasi-Cikarang diharapkan dapat mengurai hambatan operasional dan meningkatkan ketepatan waktu perjalanan kereta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


