Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah Indonesia masih mematangkan rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian sebagai bagian dari komitmen dalam Board of Peace (BoP) untuk membantu meredam konflik di Palestina.
Hingga saat ini, pembahasan terkait skema dan waktu pengiriman pasukan masih terus dilakukan lintas kementerian dan lembaga.
Prasetyo memperkirakan jumlah personel yang akan dikirimkan berada di kisaran 8.000 prajurit TNI. “Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000,” ujar Prasetyo, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, meski sempat beredar informasi mengenai Rafah sebagai salah satu opsi wilayah penempatan, keputusan tersebut belum bersifat final. Pemerintah, kata dia, masih fokus pada tahap persiapan sambil menunggu adanya kesepakatan internasional.
“Kita baru mempersiapkan diri. Sewaktu-waktu sudah ada kesepakatan, kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan,” terangnya.
Mensesneg menegaskan keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan wujud konsistensi dukungan terhadap perjuangan Palestina. Bergabungnya Indonesia bersama tujuh negara muslim lain diharapkan dapat menurunkan eskalasi konflik dan membuka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
“Setidaknya kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza, sehingga penderitaan saudara-saudara kita bisa berkurang,” kata Prasetyo.
Terkait KTT perdana BoP pada 19 Februari 2026, Prasetyo menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan, meski kehadirannya belum dapat dipastikan. Adapun soal iuran keanggotaan, ia menegaskan pembayaran masih menunggu proses teknis dan prosedur kenegaraan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


