Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan 17 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (27/1).
Huntara tersebut diperuntukkan bagi 17 kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat dan tertimbun material longsor akibat bencana yang terjadi pada 13 November 2025, sehingga tidak lagi layak huni.
Penyerahan huntara yang berlokasi di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, dilakukan secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Cilacap, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Huntara yang dibangun tersebut telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat. Setiap unit huntara dilengkapi dengan kamar tidur, toilet, dapur, ruang keluarga, serta peralatan penunjang yang dibutuhkan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain 17 unit huntara yang menjadi prioritas bagi warga dengan rumah rusak berat, pemerintah pusat melalui BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap juga membangun huntara dengan total sebanyak 56 unit. Pembangunan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, di mana selain 17 rumah yang rusak berat, terdapat 49 rumah lainnya yang berada di zona rawan bencana.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi BNPB guna mencegah risiko bencana serupa di masa mendatang.
“Sebanyak 56 huntara telah dibangun, dan Alhamdulillah pada hari ini 17 kunci huntara telah diserahkan kepada 17 kepala keluarga penerima manfaat,” ujar Andi Eviana.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


