Pemerintah secara resmi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun untuk menyalurkan bantuan pangan bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari stimulus ekonomi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026 guna memperkuat daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas konsumsi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa bantuan ini secara spesifik menyasar kelompok masyarakat dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Data tersebut mencakup masyarakat dengan status ekonomi sangat miskin, miskin, hampir miskin, hingga rentan miskin yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi.
"Bentuk bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan, target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4," ujar Airlangga Hartarto di Jakarta.
Penyaluran bantuan direncanakan berlangsung selama dua bulan, dimulai sejak pertengahan Februari atau bertepatan dengan masa awal Ramadhan. Setiap keluarga akan menerima paket rutin berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan sehingga diharapkan beban pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pokok dapat berkurang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


