Situs Gua Mananga Marapu merupakan gugusan gua yang diduga merupakan tempat tinggal dari Homo sapiens di Sumba Timur. Penggunaan nama ‘Mananga’ dalam bahasa lokal kerap dikaitkan dengan muara sungai atau area pesisir, sementara nama ‘Marapu’ merujuk pada agama asli atau kepercayaan lokal masyarakat Sumba.
Sesuai dengan nama tersebut, Pantai Mananga Marapu yang mengelilingi kawasan situs merupakan area sakral yang masih digunakan masyarakat adat sebagai tempat untuk melakukan ritual adat.
Mendampingi Menteri Kebudayaan dalam kunjungan ini, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI Nusa Tenggara Timur, Haris Budiharto.
Turut hadir pula Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali; Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani; Kapolres Sumba Timur, AKBP Gede Harimbawa; Kasdim 1601/Sumba Timur, Mayor Inf Sambudi serta jajaran pemerintah daerah Sumba Timur.
Mengakhiri peninjauan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap adanya kolaborasi lintas instansi untuk mempercepat penetapan pelindungan cagar budaya Situs Gua Mananga Marapu di tingkat kabupaten hingga nasional.
“Mudah-mudahan, pemerintah kabupaten melalui tim ahli cagar budaya bisa segera menetapkan situs Goa Mananga Marapu menjadi cagar budaya di tingkat kabupaten agar bisa segera kita proteksi,” pungkas Menbud Fadli.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


