Kementerian Kehutanan mengoptimalkan penyemaian Operasi Modifikasi Cuaca pada daerah yang masih memiliki potensi pertumbuhan awan hujan demi memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Pembasahan kawasan gambut ini difokuskan pada sejumlah wilayah rawan kekeringan demi mengantisipasi penyebaran titik api selama musim kemarau.
Pelaksanaan modifikasi cuaca memasuki hari ketiga di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang terdeteksi memiliki ketersediaan awan hujan untuk disemai. Pemerintah menerapkan strategi penyemaian awan secara fleksibel di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki potensi pembentukan hujan alami.
Tantangan pemadaman karhutla meningkat seiring menguatnya intensitas fenomena El Nino yang menyamai tingkat kekeringan pada tahun 2015. Masyarakat diimbau menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar serta menghindari pemicu api sekecil apa pun di dalam kawasan hutan.
Pengendalian karhutla mengandalkan curah hujan sebagai metode pemadaman paling efektif di tengah penurunan kelembaban udara.
"Berau, alhamdulillah masih ada awan hujan yang bisa disemai, dan kami sudah sepakati, di mana pun di daerah di Indonesia ini yang ada bibit hujannya kita akan adakan OMC," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


