Beberapa di antara kita pasti pernah mengalami situasi di mana bangun tidur menjelang imsak, tetapi dalam keadaan berhadas besar. Baik karena mimpi basah maupun setelah melakukan hubungan suami istri.
Kondisi ini sering menimbulkan dilema. Di satu sisi ingin segera mandi wajib agar suci, di sisi lain waktu sahur tinggal beberapa menit lagi. Takut jika mandi dulu justru tidak sempat makan sahur, tetapi jika sahur dulu khawatir puasanya tidak sah.
Kawan tak perlu risau. Terbangun dalam kondisi hadas besar tidak serta-merta membuat puasa menjadi tidak sah. Namun, memang ada beberapa hal penting yang perlu dipahami agar ibadah tetap tenang dan sesuai tuntunan.
Artikel berikut menyajikan jawaban tegas terkait situasi di atas berdasarkan pendapat ulama.
Sahur Dulu Baru Mandi Wajib? Ini Jawaban Hukumnya dalam Islam
Kawan, suci dari hadas besar bukan merupakan syarat sah puasa. Artinya, orang yang masih dalam keadaan junub ketika waktu Subuh tiba tetap boleh berpuasa dan puasanya tetap sah.
Adapun syarat wajib puasa yang perlu diketahui yaitu muslim atau muslimah, sudah baligh, berakal sehat, serta mampu menjalankan ibadah puasa. Tidak ada ketentuan yang mewajibkan seseorang harus sudah mandi wajib sebelum masuk waktu fajar agar puasanya sah.
Jika seseorang terbangun dalam keadaan junub dan waktu sahur sangat mepet, maka sahur dapat didahulukan. Setelah itu, mandi wajib dilakukan sebelum melaksanakan salat Subuh.
Penjelasan ini juga ditegaskan dalam artikel di NU Online Jatim yang merujuk pada keterangan dalam kitab Mausu’ah Fiqhiyyah XVI/55 dari kitab Mughni, Muhadzzab.
Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub karena berhubungan suami istri, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa pada hari tersebut.
يَصِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ
Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki shubuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma berkata:“ Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan istrinya,
Dengan demikian, kuncinya ada pada niat puasa yang dilakukan sebelum terbit fajar. Selama niat sudah ada dan tidak melakukan hal yang membatalkan puasa setelah Subuh, maka puasanya tetap sah.
Kapan Waktu Paling Tepat untuk Mandi Wajib saat Puasa?
Waktu terbaik untuk mandi wajib tentu sebelum Subuh, jika masih memungkinkan. Dengan begitu, kita bisa menjalankan salat Subuh tepat waktu dalam keadaan suci dan lebih tenang menjalani hari.
Namun, jika waktu sangat terbatas dan memilih sahur terlebih dahulu, segera mandi wajib setelah azan Subuh berkumandang. Jangan menundanya hingga matahari terbit karena itu bisa membuat kita meninggalkan salat Subuh.
Yang tak kalah penting adalah memastikan niat mandi wajib dilakukan dengan benar, yakni untuk menghilangkan hadas besar karena Allah SWT.
Disiplin dalam mengatur waktu sahur, mandi, dan salat merupakan bagian dari gaya hidup Muslim yang baik. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih manajemen waktu dan tanggung jawab terhadap ibadah.
Tips Tetap Segar dan Fokus Beribadah meski Bangun Kesiangan saat Sahur
Bangun mepet waktu sahur memang terasa panik, tetapi tetap bisa disiasati. Jika belum sempat mandi, disunahkan untuk berwudu terlebih dahulu sebelum makan sahur sebagai bentuk menjaga kebersihan dan kesiapan beribadah.
Setelah sahur, segera mandi wajib dan bersiap menunaikan salat Subuh. Hindari menunda mandi hingga matahari terbit karena itu berarti melewatkan kewajiban salat tepat waktu.
Agar tetap segar, pilih menu sahur yang sederhana namun bergizi, minum cukup air, dan atur waktu tidur lebih baik di malam hari. Dengan begitu, meski sempat kesiangan, ibadah tetap berjalan lancar dan hati pun lebih tenang.
Pada akhirnya, Islam adalah agama yang memudahkan. Jadi, jika suatu pagi terbangun dalam keadaan junub dan waktu sahur hampir habis, tak perlu panik. Dahulukan yang paling memungkinkan, pastikan niat puasa sudah ada, lalu segera sempurnakan kesucian untuk menyambut hari Ramadan dengan penuh semangat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


