Ramadan selalu membawa suasana istimewa yang sulit ditemukan di waktu lain sepanjang tahun. Di Indonesia, bulan suci ini bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang mempererat tali persaudaraan, berbagi kebaikan, dan menebar inspirasi.
Salah satu momen yang paling dinanti adalah waktu ngabuburit, yaitu menunggu waktu berbuka puasa yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan. Dari sekadar jalan-jalan, berbincang bersama keluarga atau teman, hingga menikmati jajanan takjil yang menggoda selera.
Namun, di tengah kemeriahan itu, ada cara yang jauh lebih bermanfaat dan bermakna untuk mengisi waktu ngabuburit: membaca buku dan membagikan ulasannya agar semakin banyak orang tertarik pada dunia literasi.
Membaca saat Ngabuburit, Lebih dari Sekadar Mengisi Waktu
Sering kali ngabuburit dianggap sebagai waktu kosong yang hanya diisi dengan aktivitas santai. Padahal, membaca buku di waktu ngabuburit bisa menjadi hadiah berharga bagi diri sendiri.
Membaca bukan hanya tentang menyerap informasi, tetapi juga membuka jendela dunia baru, memperluas wawasan, dan menemukan inspirasi yang dapat memperdalam makna Ramadan.
Buku adalah teman yang tepat untuk menemani waktu menunggu berbuka. Di tengah rasa lapar dan haus, membuka halaman demi halaman dapat membantu mengalihkan perhatian, mengurangi rasa gelisah, sekaligus menenangkan pikiran. Apalagi jika buku yang dibaca mengandung pesan positif, motivasi, atau kisah yang menggugah hati—suasana hati pun menjadi lebih tenang dan siap menyambut waktu berbuka dengan penuh syukur.
Energi Positif yang Menular
Manfaat membaca saat ngabuburit akan terasa lebih lengkap ketika pengalaman tersebut dibagikan kepada orang lain, misalnya melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, atau platform lainnya. Ulasan singkat tentang buku yang dibaca dapat menjadi sumber inspirasi bagi teman dan pengikut.
Konten yang dibagikan bukan sekadar menampilkan sampul buku atau kutipan menarik, tetapi juga memuat refleksi pribadi dan pesan yang bisa menggerakkan semangat membaca serta berbagi kebaikan. Dengan cara ini, seseorang ikut menyebarkan energi positif, memicu diskusi sehat, dan mengajak lebih banyak orang membangun kebiasaan membaca selama Ramadan.
Dari satu unggahan sederhana, bisa muncul percakapan menarik tentang buku, rekomendasi bacaan baru, hingga pertukaran gagasan yang saling menguatkan. Inilah bentuk nyata semangat berbagi yang menjadi inti Ramadan.
Mengasah Diri, Menyebar Kebaikan
Mengisi waktu ngabuburit dengan membaca dan menulis ulasan tidak hanya memberi manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memperkuat ikatan sosial.
Menulis ulasan setelah membaca membantu seseorang merenungkan kembali isi buku, memahami pesan secara lebih mendalam, dan merangkum gagasan secara sistematis.
Keterampilan ini menjadi semakin relevan di tengah arus informasi yang cepat dan melimpah. Kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan ide dengan jelas adalah bekal penting dalam berbagai aspek kehidupan.
Di sisi lain, membagikan ulasan bacaan juga dapat menjadi cara efektif untuk mengajak orang lain lebih dekat dengan dunia literasi. Terkadang, satu cerita singkat tentang pengalaman membaca mampu memantik rasa penasaran dan mendorong orang lain untuk mulai membaca.
Jadikan Ngabuburit Lebih Bermakna
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan menanamkan kebiasaan baik. Mengisi ngabuburit dengan membaca serta berbagi refleksi atas bacaan merupakan langkah sederhana namun berdampak besar.
Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, kebiasaan ini dapat menjadi ruang jeda yang menenangkan sekaligus memperkaya diri. Dengan membaca, seseorang bertumbuh. Dengan berbagi, kebaikan pun meluas.
Ngabuburit tidak lagi sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi menjadi momen untuk memperdalam makna Ramadan melalui literasi dan inspirasi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


