Malam Nisfu Syakban merupakan salah satu malam yang memiliki keutamaan khusus dalam agama Islam. Momen ini berlangsung pada pertengahan bulan Syakban, tepatnya pada malam tanggal 15. Di tahun 2026, malam Nisfu Syakban jatuh pada hari Selasa, (2/2/2026).
Malam Nisfu Syakban diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan oleh Allah SWT, sehingga umat Islam dianjurkan untuk mengisinya dengan berbagai amalan kebaikan, sebagai bentuk mendekatkan diri kepada-Nya sekaligus persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Keistimewaan malam Nisfu Syakban dijelaskan dalam sejumlah hadis. Salah satunya hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi disebutkan bahwa pada malam Nisfu Syakban, Allah SWT menurunkan rahmat-nya ke bumi dan memberikan ampunan kepada seluruh hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang melakukan perbuatan syirik serta orang-orang yang masih menyimpan kebencian di dalam hatinya.
Hal ini menegaskan bahwa malam Nisfu Syakban tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah semata. Namun, juga menekankan pentingnya membersihkan hati serta memperbaiki sikap dan akhlak kita.
Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di malam Nisfu Syakban. Apa sajakah itu?
1. Melakukan Puasa Sunnah
Dilansir dari YouTube Amalanku, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah selama bulan Syakban. Puasa sunnah yang dapat dilakukan yaitu Puasa Senin-Kamis atau Puasa Daud.
Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bulan Syakban merupakan momentum penting untuk memperkuat kondisi spiritual sebelum Ramadan. Beliau mengingatkan bahwa momen ini merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mengevaluasi diri sebelum menyambut bulan suci Ramadan.
2. Membaca Istighfar
Salah satu amalan yang dianjurkan pada momen ini adalah memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Setiap manusia tentu tidak luput dari kesalahan dan dosa, baik yang disadari maupun tidak. Oleh karena itu, malam Nisfu Syakban menjadi momen yang tepat untuk melakukan introspeksi, menyesali perbuatan di masa lalu, serta memperkuat niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Istighfar yang dilakukan dengan tulus diyakini dapat membuka jalan bagi datangnya rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
3. Memperbanyak Doa
Doa merupakan bagian terpenting dalam ibadah. Pada malam Nisfu Syakban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam.
Permohonan akan kesehatan, rezeki yang halal, keselamatan, serta keteguhan iman merupakan hal-hal yang dapat dipanjatkan kepada Allah SWT. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan berdoa agar dapat dipertemukan dengan bulan Ramadan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Imam ‘Asakir, dan Al-Baihaqy menyebutkan bahwa terdapat lima malam yang diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa, yaitu malam awal bulan Rajab, malam Nisfu Syakban, malam Jumat, malam Idulfitri, dan malam Iduladha.
4. Membaca Al Qur'an
Membaca dan merenungkan makna Al Qur’an merupakan amalan lainnya yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nisfu Syakban.
Al Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat Islam memiliki keutamaan tersendiri, terlebih jika dibaca pada malam yang penuh keberkahan, karena diyakini mendatangkan pahala yang besar.
Kebiasaan ini juga dapat menjadi persiapan diri agar lebih siap menyambut datangnya bulan Ramadan.
5. Menghidupkan Salat Sunnah
Menghidupkan salat sunnah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan saat malam Nisfu Syakban. Umat Islam dapat mengerjakan shalat sunnah seperti shalat hajat, shalat taubat, shalat tahajud, shalat rawatib, sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.
Tidak terdapat ketentuan khusus mengenai jumlah rakaat yang perlu ditunaikan saat melakukan sholat sunnah, yang terpenting ibadah tersebut dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan.
6. Membaca Dua Kalimat Syahadat
Dilansir dari laman NU Online, amalan lain yang dapat dikerjakan untuk mengisi malam Nisfu Syakban adalah dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat.
Dua kalimat mulia ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun, termasuk pada malam Nisfu Syakban dengan niat untuk memperkuat keimanan dan keteguhan terhadap Islam.
7. Tidak Meninggalkan Salat Jamaah di Masjid
Bagi umat Islam, salat lima waktu adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan, terlebih lagi bagi laki-laki yang diwajibkan untuk melaksanakan salat fardhu secara berjamaah di masjid.
Di malam Nisfu Syakban, sudah saatnya Kawan untuk merenungi diri, memperbaiki diri dengan mulai menjalankan kewajiban salat wajib di masjid, mushola, atau langgar terdekat dari rumah.
8. Menyucikan Hati dan Memperbaiki Hubungan dengan Sesama
Allah SWT tidak memberikan ampunan kepada hamba yang masih menyimpan dendam dan kebencian terhadap sesamanya. Oleh karena itu, malam Nisfu Syakban dapat menjadi momentum untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan menumbuhkan sikap kasih sayang antarsesama.
Pada malam ini, kita dianjurkan untuk membersihkan hati, menjauhi sifat iri dan dengki serta permusuhan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


