jadwal puasa ayyamul bidh syaban 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Sya'ban 2026: Tanggal, Niat, dan Keutamaannya

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Sya'ban 2026: Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
images info

Puasa Ayyamul Bidh Bulan Sya'ban I Sumber : Pexels


Puasa ayyamul bidh merupakan amalan puasa sunnah yang dikerjakan pada pertengahan bulan hijriah. Puasa ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15.

Dalam berbagai riwayat, puasa ayyamul bidh termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah saw. Keutamaannya besar, bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun.

Hal ini karena setiap satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, sehingga tiga hari puasa bernilai seperti tiga puluh hari.

Pada bulan Sya’ban ini memperbanyak ibadah puasa adalah sunnah nabi yang sangat dianjurkan, terlebih puasa ayyamul bidh yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah saw. dikenal sering memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menuju Ramadan.

Puasa pertengahan bulan ini bisa juga bertujuan untuk mempersiapkan fisik dan batin menjelang puasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Tentu kita juga berharap bisa ibadah dengan maksimal saat Ramadan tiba.

Dengan membiasakan puasa sejak Sya’ban, tubuh dan mental akan lebih siap menjalani ibadah puasa yang lebih panjang dan intens.

Jadwal Lengkap Puasa Ayyamul Bidh Sya'ban 2026

Mengetahui jadwal puasa ayyamul bidh penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri sejak dini, baik secara fisik maupun pengaturan aktivitas harian. Berdasarkan kalender hijriah dan penetapan awal bulan Sya’ban 1447 H, berikut jadwal puasa ayyamul bidh pada bulan Sya’ban 2026:

  • Minggu, 1 Februari 2026 (13 Sya’ban 1447 H)
  • Senin, 2 Februari 2026 (14 Sya’ban 1447 H)
  • Selasa, 3 Februari 2026 (15 Sya’ban 1447 H / Nisfu Sya’ban)

Menariknya, hari terakhir puasa ayyamul bidh tahun ini bertepatan dengan Nisfu Sya’ban, malam yang juga dikenal memiliki keutamaan tersendiri dalam tradisi Islam.

baca juga

Bacaan Niat dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Sebelum melaksanakan puasa ayyamul bidh tentu harus berniat secara sadar di hati dan lisan. Niat puasa ayyamul bidh bisa menggunakan niat puasa mutlak sebagaimana puasa sunnah lain, yaitu: “Saya niat puasa”. Namun, berikut lafal niat yang lebih utama untuk digunakan:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”

Niat dapat dilakukan sejak malam hari hingga siangnya sebelum masuk waktu zawal (saat matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau sejak masuk waktu subuh. 

Setelah berniat, dianjurkan untuk makan sahur, meskipun hanya dengan sedikit makanan atau minuman, karena di dalam sahur terdapat keberkahan. Selanjutnya, puasa dilaksanakan dengan penuh kesungguhan, menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, baik yang bersifat fisik maupun yang berkaitan dengan perilaku seperti berkata kasar dan berbuat sia-sia.

Puasa ayyamul bidh ditunaikan sebagaimana puasa sunnah lainnya, lalu berbuka ketika telah masuk waktu magrib. Dianjurkan untuk menyegerakan berbuka dengan makanan ringan dan membaca doa berbuka puasa.

Tips Mempersiapkan Sahur Ringan agar Kuat Berpuasa

Agar puasa ayyamul bidh dapat dijalani dengan nyaman, pilihlah menu sahur yang ringan namun bernutrisi. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta cukup cairan agar tubuh tidak mudah lemas. Hindari makanan terlalu berminyak atau terlalu manis karena dapat memicu rasa haus berlebihan di siang hari.

Dengan persiapan yang baik dan niat yang ikhlas, puasa ayyamul bidh di bulan Sya’ban bisa menjadi amalan sunnah yang tidak hanya berpahala besar, tetapi juga membantu mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan lebih siap dan tenang.

Keutamaan Puasa di Bulan Sya’ban 

Puasa sunnah di bulan Sya’ban memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Nawawi al-Bantani. Dalam keterangannya, beliau menyebutkan bahwa Rasulullah saw. sangat mencintai puasa di bulan Sya’ban, bahkan memperbanyaknya dibanding bulan-bulan lain selain Ramadan.

Kecintaan Nabi terhadap puasa Sya’ban ini menjadi salah satu sebab besarnya pahala dan harapan memperoleh syafaat beliau bagi orang yang menghidupkan puasa di bulan tersebut.

baca juga

Selain itu, bulan Sya’ban dikenal sebagai bulan yang sering dilalaikan karena berada di antara Rajab dan Ramadan. Karena itu, memperbanyak puasa di bulan ini bernilai istimewa, sebab dilakukan ketika banyak orang lengah.

Puasa Sya’ban juga dipahami sebagai persiapan spiritual agar amal yang diangkat kepada Allah swt. berada dalam keadaan penuh ketaatan, sekaligus sebagai latihan hati dan fisik sebelum memasuki bulan Ramadan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Birrbik Faza Muhammad lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Birrbik Faza Muhammad.

BF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.