lagu viral mbg mas bahlil ganteng menunjukkan cara baru masyarakat bermain dengan bahasa - News | Good News From Indonesia 2026

Lagu Viral “MBG Mas Bahlil Ganteng” Tunjukkan Cara Baru Masyarakat Bermain dengan Bahasa

Lagu Viral “MBG Mas Bahlil Ganteng” Tunjukkan Cara Baru Masyarakat Bermain dengan Bahasa
images info

https://publicdomainvectors.org/id/bebas-vektor/Musik-lagu/44853.


Pada era media sosial yang sangat gencar saat ini, sebuah karya tidak selalu membutuhkan durasi panjang untuk menarik perhatian masyarakat. Terkadang, beberapa baris kalimat sederhana yang dipadukan dengan kreativitas bahasa dapat berkembang menjadi fenomena digital yang tersebar luas dan selalu di ingat pada masyarakat.

Fenomena tersebut terlihat melalui lagu viral pada platform TikTok yang berjudul “MBG: Mas Bahlil Ganteng” atau dikenal dengan "My Little Bolu Ketan".

Lagu dengan lirik absurd dipadukan gaya bahasa tersirat menjadi contoh bagaimana cara masyarakat saat ini menciptakan bentuk komunikasi baru yang menggabungkan humor, kreativitas, dan kritik populer.

Meskipun terlihat sederhana, teks dalam lagu tersebut tetap berpola bahasa yang membuatnya mudah dikenali dan diingat. Lirik pada lagu tersebut yang berasal dari kumpulan komentar-komentar netizen memiliki struktur kebahasaan yang membangun kepaduan makna, meskipun bentuknya pendek dan tidak mengikuti pola teks formal dan kaidah kebahasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

baca juga

Lagu tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat digital menggunakan bahasa sebagai ruang kreativitas. Penggunaan sapaan seperti “kanda” dan “dinda” menghadirkan nuansa akrab yang dipadukan dengan gaya komunikasi modern di media sosial.

Selain itu, munculnya berbagai julukan kreatif seperti “buahlil”, “bolu ketan”, dan “cilok pentol” menunjukkan bagaimana kata-kata sehari-hari dapat diolah menjadi bentuk ekspresi yang unik.

Julukan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai variasi penyebutan. Namun, juga membangun kesan humor dan kedekatan antara pembuat konten, orang yang disebut dalam konten lagu tersebut, dengan audiens yang mendengar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bahasa digital tidak selalu berjalan dengan pola komunikasi formal. Di media sosial, masyarakat sering menciptakan istilah baru, permainan kata, dan gaya bahasa tertentu untuk membangun identitas serta hubungan sosial.

baca juga

Kekuatan lain dari lagu viral tersebut terlihat melalui pengulangan kata yang membuat lirik mudah melekat dalam ingatan. Penelitian tersebut menemukan bahwa pengulangan kata seperti “Bahlil” dan “ganteng” menjadi unsur yang dominan dalam membangun tema utama teks.

Penggunaan kata yang berulang menjadi salah satu alasan sebuah konten lebih mudah dikenali oleh pengguna media sosial. Dalam budaya digital yang bergerak cepat, kata atau frasa yang sederhana tetapi memiliki ciri khas dapat membantu sebuah konten bertahan dalam ingatan masyarakat.

Tidak hanya melalui pengulangan, lagu tersebut juga memanfaatkan hubungan kata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penggunaan istilah seperti “bolu ketan”, “cilok”, “pentol”, dan “kecap” membawa unsur kuliner lokal ke dalam permainan bahasa digital.

Hal ini menunjukkan bahwa budaya digital Indonesia tidak selalu terpisah dari budaya lokal. Justru, unsur keseharian seperti makanan, sapaan, dan humor masyarakat dapat menjadi bagian dari tren baru yang berkembang di ruang digital.

baca juga

Perkembangan media sosial membuat bahasa mengalami perubahan cara penggunaan. Jika sebelumnya kreativitas bahasa banyak ditemukan dalam karya sastra, iklan, atau tulisan formal, kini kreativitas tersebut juga muncul dalam video pendek, komentar, meme, dan lagu viral.

Fenomena lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bahwa masyarakat digital memiliki kemampuan untuk menciptakan bentuk komunikasi yang baru. Bahasa tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk membangun hiburan, kedekatan, dan identitas kelompok.

Pada akhirnya, viralitas sebuah lagu tidak hanya ditentukan oleh irama atau visual yang menarik. Cara masyarakat memainkan bahasa juga memiliki peran besar dalam membentuk sebuah tren.

Lagu viral tersebut menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Dari ruang kelas hingga ruang digital, bahasa tetap menjadi alat kreativitas yang mampu menghubungkan manusia melalui cara-cara yang baru.

baca juga

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.