Padang, pasbana - Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sepanjang Pantai Padang biasanya berubah menjadi semacam “festival kuliner dadakan”. Deretan pedagang menjajakan berbagai camilan khas Minangkabau. Di antara aroma gorengan dan sate yang menggoda, ada satu sajian yang selalu menarik perhatian: langkitang cucuik.
Bagi sebagian orang, makanan ini mungkin terlihat sederhana—bahkan sedikit unik. Namun bagi warga Sumatera Barat, langkitang adalah bagian dari tradisi kuliner yang sudah lama dikenal.
Langkitang sendiri merupakan siput air tawar berukuran kecil yang banyak ditemukan di sungai, rawa, dan sawah di wilayah Sumatera Barat. Dalam kuliner Minang, langkitang biasanya dimasak dengan gulai santan yang kaya rempah, menghasilkan kuah gurih pedas yang khas.
Yang membuatnya menarik bukan hanya rasanya, tetapi juga cara menikmatinya.


