Pesisir Selatan, pasbana - Di tengah riuhnya kisah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terselip sebuah cerita unik dari pesisir barat Sumatera. Di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, masyarakat pernah memiliki mata uang sendiri yang dikenal dengan sebutan “Oeang Lengayang” atau pitih kambang.
Kisah ini mungkin terdengar seperti legenda lokal. Namun bagi sebagian orang tua di daerah itu, pitih kambang adalah bagian nyata dari sejarah perjuangan. Bahkan hingga kini, masih ada saksi hidup yang pernah terlibat langsung dalam proses pencetakannya.
Salah satunya adalah Rusli Nur, warga Padang Marapalam Lakitan. Ia merupakan salah satu dari sekitar 25 tokoh yang terlibat dalam pembuatan uang Lengayang pada masa revolusi kemerdekaan. Kini, ia disebut sebagai satu-satunya yang masih hidup dari kelompok tersebut.


