Dharmasraya, pasbana - Di sudut timur Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Dharmasraya, ada kisah tentang perjumpaan dua kebudayaan besar Nusantara: Jawa dan Minangkabau.
Pertemuan itu bukan sekadar catatan sejarah, melainkan denyut kehidupan sehari-hari yang terasa hangat dan akrab.
Di wilayah transmigrasi seperti Sitiung, jejak pertemuan itu tampak jelas. Sejak program transmigrasi digulirkan pemerintah pada era 1970–1980-an, ribuan keluarga dari Pulau Jawa menetap dan membuka lembaran hidup baru di Dharmasraya.


