Pasbana - Di atas perahu kayu kecil yang mengapung pelan di sungai berwarna kecokelatan, seorang perempuan duduk tenang. Di sampingnya, seekor Harimau Sumatera terbaring tak berdaya, baru saja dibius untuk dievakuasi dari wilayah konflik.
Perempuan itu bukan tentara. Bukan pula pemburu.
Ia adalah dokter hewan.
Namanya drh. Erni Suyanti Musabine—lebih akrab disapa Dokter Yanti. Bagi dunia konservasi, ia bukan sekadar dokter satwa liar. Ia adalah penjaga garis depan bagi salah satu spesies paling terancam di Indonesia: Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).
Foto momen di atas perahu itu sempat viral beberapa tahun lalu. Namun jauh sebelum menjadi perbincangan publik, Dokter Yanti sudah lama berada di medan sunyi—tempat konflik manusia dan satwa liar menjadi pertaruhan nyawa.


