Kepedulian terhadap lingkungan dan pola hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, tim KKN-T Inovasi IPB PONOROGOKAB10ย menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukasi interaktif bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan edukasi ini berlangsung selama dua minggu, mencakup dua sekolah yakni SDN 1 Wotan pada 20โ25 Juli 2026 dengan 20 peserta, serta SDN 2 Wotan pada 27 Juliโ1 Agustus 2026 dengan 29 peserta. Rangkaian acara ini diikuti dengan antusias oleh para siswa kelas 3 hingga kelas 6.
Dengan mengusung konsep pembelajaran interaktif, mahasiswa KKNT IPB mengajak para siswa mengenali pangan, pertanian sederhana, hingga pengelolaan sampah.
Sebelum materi dimulai pada pagi hari, para siswa diajak mengisi soal singkat terlebih dahulu untuk mengukur pemahaman awal mereka mengenai topik yang akan dibahas.
Petualangan Menjaga Bumi dan Mengenal Nutrisi Sehat
Pada materi pertama, para siswa diajak berpetualang melalui materi โEdukraf EcoExplorer: Petualangan Menjaga Bumiโ. Melalui materi ini, siswa dikenalkan pada konsep dasar pertanian dan pangan sederhana yang dihubungkan langsung dengan aksi nyata menjaga lingkungan sekitar.
Tak berhenti di situ, materi edukasi dilanjutkan dengan materi โEdukraf Edu Smart Plateโ. Pada sesi ini, para siswa diajak mengenali porsi konsumsi GGL (Gula, Garam, dan Lemak) yang tepat.
Edukasi tersebut bertujuan untuk membiasakan anak-anak menjaga kesehatan tubuh sejak dini dengan memperhatikan apa yang mereka konsumsi sehari-hari.
Simulasi Banjir dan Keseruan Membuat Es Krim
Keakraban makin terasa pada hari selanjutnya, dengan materi yang difokuskan pada pemilahan sampah organik, anorganik, hingga sampah berbahaya (B3). Agar bahaya sampah tidak sekadar menjadi teori, mahasiswa KKNT IPB menggelar demonstrasi langsung di dalam kelas.
Para siswa diajak mengumpulkan sampah dan menyaksikan bagaimana tumpukan sampah yang menyumbat dapat memicu bencana banjir.
Rangkaian simulasi ini berhasil menambah pengetahuan para siswa akan pentingnya menjaga kebersihan saluran air dengan menyaksikan bagaimana dampak nyata dari timbulnya bencana alam.
Selanjutnya para siswa diperkenalkan pada produk olahan hasil peternakan, khususnya susu. Melalui materi โEdukraf Edu Fun Labโ, para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan tetapi juga diajak melakukan praktik langsung membuat es krim sederhana. Gelak tawa dan antusiasme para siswa pecah saat melihat proses pembuatan es krim hasil kreasi mereka sendiri.
Merangkai Mimpi dan Berolahraga
Pada materi selanjutnya, melalui kegiatan โEdukraf Time to Dreamโ, para siswa diajak untuk mengenal pentingnya sebuah perencanaan dan tujuan.
Kegiatan ini terdiri dari penjelasan pentingnya sebuah cita-cita, lalu bagaimana mengatur atau merencanakan waktu dengan baik melalui rumus manajemen waktu (Penting Mendesak, Penting tidak Mendesak, Tidak Penting Mendesak, dan Tidak Penting Tidak Mendesak).
Lalu di akhir rangkaian, para siswa diajak untuk menuliskan cita-cita mereka masing-masing serta tujuan yang ingin dicapai di masa depan.
Dari sini, mahasiswa KKNT IPB University berharap para siswa bisa mengamalkan ilmu yang sudah diberikan, mulai dari kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan melestarikan lingkungan, mengenal pangan yang baik untuk sehari-hari, sehingga apa yang diajarkan dapat terus tumbuh dalam diri generasi muda di Desa Wotan.


