EIGER meresmikan EIGER Nature di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai destinasi ekowisata yang memadukan petualangan, edukasi lingkungan, dan pelestarian alam. Mengusung tema โMenjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesiaโ, kawasan ini dirancang untuk mempererat hubungan antara alam, budaya dan manusia.
Berangkat dari pengalaman hampir empat dekade di dunia petualangan, EIGER ingin memperluas kontribusinya terhadap pelestarian kekayaan alam Indonesia. Bagi perusahaan ini, alam bukan sekadar ruang untuk dijelajahi, melainkan bagian penting dari kehidupan yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Peresmian EIGER Nature turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, serta Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Hadir pula Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Kehadiran EIGER Nature diharapkan dapat memperkaya pilihan wisata alam di Indonesia, sekaligus menghadirkan pendekatan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pengalaman pengunjung, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Menjaga Alam sebagai Warisan untuk Generasi Mendatang
Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, mengatakan pengembangan EIGER Nature merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia, terutama dalam menjaga kekayaan alam yang selama ini menjadi sumber inspirasi perjalanan EIGER.
โSelama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai kekayaan yang kita miliki. Sebab, warisan terbaik bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang,โ ujar Ronny.
Pernyataan tersebut mencerminkan upaya untuk menempatkan konservasi sebagai bagian penting dari pengalaman berwisata. Keindahan alam tidak hanya menjadi daya tarik untuk dikunjungi, tetapi juga mengandung tanggung jawab bersama untuk menjaganya.
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa alam merupakan aset utama yang menjadi fondasi pengembangan destinasi tersebut. Menurutnya, pengalaman berwisata semestinya tidak berhenti pada menikmati pemandangan, tetapi juga membangun kepedulian untuk menjaganya.
โAset utama EIGER Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya. Kami juga berharap apa yang kami bangun di Megamendung ini dapat menjadi berkat bagi alam, budaya, dan manusia yang hidup di atasnya,โ ujar Imanuel.
Melalui pendekatan tersebut, EIGER Nature ingin membangun hubungan yang lebih erat antara alam, budaya dan manusia. Pengalaman petualangan diharapkan menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta pemahaman terhadap restorasi dan konservasi, bukan sekadar aktivitas rekreasi.
Dorong Pariwisata Berkualitas dan Pemberdayaan Masyarakat
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi dedikasi tim EIGER Nature yang telah mengembangkan destinasi tersebut selama kurang lebih lima tahun. Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata alam harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan wisatawan, dan pelestarian lingkungan.
โSaya berharap EIGER Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,โ ujar Widiyanti.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan investasi pariwisata tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan usaha. Manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan perlu menjadi bagian dari tolok ukur pengembangan destinasi.
Dengan demikian, kehadiran EIGER Nature di Megamendung diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat daya saing wisata alam Indonesia.
EIGER Nature akan mulai membuka kunjungan bagi publik secara bertahap pada 2 November 2026. EIGER Nature berharap kehadirannya dapat menghadirkan pengalaman petualangan bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam, budaya dan Indonesia.


