kolaborasi mahasiswa kkn tematik ipb dan pkk desa sukaharja manfaatkan sampah organik jadi pupuk organik cair - News | Good News From Indonesia 2026

Kolaborasi Mahasiswa KKN Tematik IPB dan PKK Desa Sukaharja: Manfaatkan Sampah Organik jadi Pupuk Organik Cair

Kolaborasi Mahasiswa KKN Tematik IPB dan PKK Desa Sukaharja: Manfaatkan Sampah Organik jadi Pupuk Organik Cair
images info

Dari Sampah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair Kolaborasi Mahasiswa KKN Tematik IPB University dan Ibu-Ibu PKK Desa Sukaharja dalam Mengolah Sampah


Dalam rangka memanfaatkan limbah rumah tangga sekaligus memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, kelompok KKN kami melaksanakan kegiatan pembuatan Pupuk Organik Cair bersama ibu-ibu di Desa Sukaharja. Sampah dapur yang biasanya langsung dibuang ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna.

Hal tersebut diperkenalkan oleh mahasiswa KKN Tematik Inovasi Sukaharja, Cijeruk, Bogor, IPB University melalui program kerja Eco Kompos Sukaharja yang dilaksanakan di Balai Pertemuan RW 04, Desa Sukaharja, Kabupaten Bogor, pada Rabu (16/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.00–15.00 WIB tersebut diikuti oleh sekitar 21 peserta, terdiri atas anggota PKK Desa Sukaharja dan ibu-ibu RW 04. Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik mengajak masyarakat untuk mengenal cara sederhana dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC).

baca juga

Program Eco Kompos Sukaharja merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

Sampah dapur seperti sisa sayuran dan bahan organik lainnya yang biasanya berakhir di tempat sampah diperkenalkan kembali sebagai bahan yang masih memiliki manfaat.

Aktivitas diawali dengan penyampaian materi dari tim KKN Tematik IPB mengenai Pupuk Organik Cair, termasuk manfaatnya bagi tanaman, bahan yang dapat digunakan, serta tahapan pembuatannya.

Penyampaian materi dilakukan secara sederhana agar mudah dipahami oleh peserta. Sisa bahan organik dari aktivitas sehari-hari dapat dimanfaatkan selama masih sesuai untuk digunakan dalam proses pembuatan.

Setelah mendapatkan penjelasan, peserta kemudian diajak untuk melakukan praktik secara langsung. Mahasiswa KKN mendampingi PKK dalam setiap tahapan pembuatan. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengetahui teorinya, tetapi juga memiliki pengalaman untuk mencoba membuat POC sendiri.

Dalam praktiknya, pembuatan POC memanfaatkan sisa sampah dapur sebagai bahan utama, gula merah, dan EM4 sebagai salah satu bahan yang membantu proses penguraian bahan organik. Bahan-bahan tersebut kemudian diproses melalui tahapan fermentasi hingga menghasilkan pupuk dalam bentuk cair.

Keterlibatan peserta secara langsung membuat aktivitas berlangsung lebih interaktif. Ibu-ibu PKK dapat bertanya mengenai bahan yang digunakan, proses fermentasi, hingga cara penggunaan POC setelah siap digunakan.

Bagi masyarakat, kegiatan ini memberikan gambaran bahwa pengelolaan sampah organik sebenarnya dapat dilakukan mulai dari lingkungan rumah.

Sisa sayuran dan bahan organik yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali daripada langsung dibuang.

baca juga

Pembuatan POC bukan hanya tentang menghasilkan pupuk, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah organik rumah tangga. Ketika sampah dapat dimanfaatkan kembali, jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan dapat dikurangi.

POC yang telah melalui proses fermentasi nantinya dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Sebelum diaplikasikan, POC perlu dicampurkan dengan air sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Pupuk tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk tanaman, termasuk tanaman hias yang banyak dirawat oleh masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN Tematik IPB dan masyarakat Desa Sukaharja. Mahasiswa tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga ikut terlibat dalam proses praktik bersama warga. Bagi ibu-ibu PKK, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengolahan sampah organik.

Sementara bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami bagaimana pengetahuan yang dimiliki dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program Eco Kompos, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Sukaharja berusaha menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Sampah yang dihasilkan dari dapur setiap hari tidak selalu harus berakhir di tempat sampah.

Dengan pengetahuan yang tepat, sebagian sampah organik tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali. Ini menjadi salah satu langkah kecil dalam memperkenalkan pengelolaan sampah yang lebih bermanfaat. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MZ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.