Anak muda mulai membagi pendapatan ke berbagai kebutuhan, seperti makan, transportasi, tagihan, tabungan, investasi, dan hiburan. Penggunaan beberapa rekening, dompet digital, serta aplikasi pencatat keuangan juga dilakukan agar pengeluaran lebih mudah dipantau.
Kebiasaan budgeting semakin berkembang melalui spreadsheet, aplikasi, catatan ponsel, hingga metode amplop digital. Kesenangan tetap masuk perencanaan, sementara investasi mulai menjadi pilihan. Pada pertengahan 2025, sebanyak 54 persen dari 17,6 juta investor pasar modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun.
Kesadaran mengatur keuangan turut dipengaruhi kemudahan transaksi digital dan meningkatnya biaya hidup. Bagi anak muda, mengelola uang kini berarti menentukan porsi untuk kebutuhan, tabungan, masa depan, dan menikmati hidup.











