Fenomena sound horeg kini telah berkembang menjadi bagian dari hiburan masyarakat. Namun, volume ekstremnya sering kali memicu konflik sosial, mengancam kesehatan pendengaran, hingga merusak fasilitas umum.
Pengaturan nasional yang tegas bukan bertujuan untuk mematikan kegembiraan warga ataupun usaha mikro (UMKM) sound system. Sebaliknya, standardisasi ini justru mendorong pelaku usaha naik kelas melalui sertifikasi keselamatan kerja agar mereka bisa tetap mengais rezeki tanpa mengorbankan ketenangan tetangga sekitar.
Belajar dari negara lain, aturan hukum yang konkret terbukti mampu menghadirkan keadilan bagi semua pihak. Melalui pembatasan desibel dan zonasi yang merata, tradisi hiburan rakyat dapat terus berjalan beriringan dengan hak warga untuk hidup aman dan nyaman.
















