ejaan van ophuijsen edjaan tempo doeloe yang membentuk bahasa indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Ejaan Van Ophuijsen, 'Edjaan Tempo Doeloe' yang Membentuk Bahasa Indonesia

Ejaan Van Ophuijsen, 'Edjaan Tempo Doeloe' yang Membentuk Bahasa Indonesia
images info

Ejaan Van Ophuijsen, 'Edjaan Tempo Doeloe' yang Membentuk Bahasa Indonesia | Sumber: Wikimedia Commons @Abdoel Salam


Ikuti GNFI di WhatsApp

Tulisan lama ber-ejaan โ€˜oeโ€™, โ€˜djโ€™, atau โ€˜tjโ€™ sering kali dijumpai ketika Kawan GNFI membaca dokumen sejarah atau nama toko bernuansa klasik. Penulisan seperti Soekarno, Djakarta, atau tjahaja kerap dipikirkan sebagai kesalahan ejaan oleh sebagian orang.

Padahal, pola penulisan tersebut merupakan bagian dari sistem pembakuan tata bahasa yang pernah berlaku resmi pada masa lampau. Sistem tersebut dikenal dengan nama Ejaan Van Ophuijsen, yang mulai dipergunakan sejak tahun 1901.

Ejaan Van Ophuijsen menjadi sistem penulisan alfabet Latin resmi pertama yang diterapkan untuk menyatukan keberagaman penulisan bahasa Melayu di Nusantara.

Mengenal Ejaan Van Ophuijsen, Sistem Penulisan yang Berlaku Sejak 1901

Ejaan Van Ophuijsen merupakan sistem ejaan bahasa Melayu dengan aksara Latin yang diakui secara resmi oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1901. Pembakuan ini dimuat dalam Kitab Logat Melajoe.

Penyusunan sistem ini diprakarsai oleh Charles Adriaan van Ophuijsen, seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Dalam perancangannya, beliau dibantu oleh dua pakar lokal, yaitu Engku Nawawi Soetan Maโ€™moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.

Latar belakang perancangan ejaan ini didasari oleh belum adanya pedoman ejaan Latin yang baku untuk bahasa Melayu. Selain untuk menyeragamkan keberagaman penulisan, sistem ini dihadirkan demi mempermudah urusan administrasi pemerintahan kolonial.

baca juga

Mengapa Ejaan Van Ophuijsen Memiliki Penulisan yang Berbeda dari Sekarang?

Karakteristik Ejaan Van Ophuijsen dapat dikenali dari penggunaan gabungan huruf yang cukup khas. Gabungan huruf oe digunakan untuk mewakili bunyi /u/ seperti pada kata goeroe, dj untuk bunyi /j/ seperti djalan, serta tj untuk bunyi /c/ seperti tjahaja.

Diakritik dan tanda apostrof juga dimanfaatkan dalam kata-kata tertentu. Tanda trema (รฏ) diterapkan pada kata seperti dinamaรฏ agar dibaca terpisah, sedangkan tanda koma di atas (โ€™) dipakai untuk menandai bunyi hamzah seperti pada kata raโ€™yat.

Sistem penulisan ini dirancang dengan menyerap kebiasaan ejaan bahasa Belanda. Hal tersebut dilakukan untuk menjembatani kebutuhan perwakilan bunyi bahasa Melayu ke dalam alfabet Latin yang belum memiliki padanan tunggal.

baca juga

Dari Ejaan Van Ophuijsen ke Ejaan Soewandi, Apa yang Berubah?

Masa berlaku Ejaan Van Ophuijsen tercatat sejak tahun 1901 hingga 1947. Setelah era kemerdekaan, sistem ini resmi digantikan oleh Ejaan Republik atau yang lebih dikenal sebagai Ejaan Soewandi.

Penyederhanaan sistem penulisan menjadi alasan utama berhentinya penggunaan ejaan lama tersebut. Pemerintah Indonesia saat itu menilai bahwa ejaan yang lebih praktis sangat dibutuhkan oleh masyarakat pascakemerdekaan.

Perubahan bentuk penulisan terlihat jelas pada penghapusan gabungan huruf oe yang diganti menjadi u, sehingga kata boekoe diubah menjadi buku dan goeroe menjadi guru. Sementara itu, huruf j tetap digunakan untuk bunyi /y/ seperti pada kata jang sebelum akhirnya disempurnakan pada era ejaan berikutnya.

baca juga

Peran Ejaan Van Ophuijsen dalam Perjalanan Bahasa Indonesia

Peran Ejaan Van Ophuijsen tercatat sangat signifikan dalam sejarah perkembangan dan perancangan bahasa Indonesia. Sistem ini menjadi fondasi awal dalam membakukan tradisi tulis bahasa Melayu menggunakan alfabet Latin.

Meskipun sudah lama digantikan oleh Ejaan Soewandi hingga EYD Edisi V, pondasi yang diletakkan oleh Ejaan Van Ophuijsen membantu memuluskan transisi bahasa Melayu menuju bahasa nasional.

Jejak keberadaan sistem ejaan legendaris ini masih dapat dijumpai hingga hari ini. Kawan GNFI dapat menemukannya dalam dokumen arsip kolonial, surat kabar tua, hingga penulisan nama tokoh bangsa dan kawasan bersejarah.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Revaldy Maulana Latumeten lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Revaldy Maulana Latumeten.

RM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.