Bahasa merupakan salah satu alat utama dalam berkomunikasi antarumat manusia yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Interaksi sosial dijalin melalui bahasa demi memperkecil kesalahpahaman dalam menyampaikan berbagai informasi.
Keragaman linguistik ini tersebar secara tidak merata di seluruh permukaan bumi. Sejumlah wilayah tropis tercatat menyimpan kekayaan bahasa yang luar biasa tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
1. Papua Nugini
Posisi teratas sebagai negara dengan bahasa terbanyak di dunia ditempati oleh Papua Nugini. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 843 bahasa hidup tercatat di negara tetangga Indonesia ini.
Keadaan geografis serta topografi yang unik menjadi dasar terciptanya jumlah bahasa tradisional yang sangat melimpah. Berbagai komunitas terpencil di wilayah pegunungan dan hutan lebat di sana dilindungi oleh alam sehingga bahasa lokalnya tetap terjaga dari generasi ke generasi.
2. Indonesia
Peringkat negara dengan bahasa terbanyak kedua disandang oleh Indonesia. Sebanyak 709 bahasa hidup tercatat dari seluruh penjuru kepulauan Nusantara.
Bahasa Indonesia digunakan sebagai alat pemersatu bangsa dalam komunikasi sehari-hari secara nasional. Di samping itu, ratusan bahasa daerah tetap dilestarikan oleh penuturnya di masing-masing pulau sebagai identitas budaya lokal yang kaya.
3. Nigeria
Negara Nigeria menyusul di urutan ketiga dalam daftar wilayah dengan keragaman bahasa tertinggi. Tercatat ada 530 bahasa hidup yang digunakan oleh berbagai kelompok etnis di negara yang terletak di benua Afrika ini.
Berbagai bahasa tradisional seperti bahasa Edo, Igbo, dan Efik aktif diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kekayaan budaya ini dipengaruhi oleh sejarah panjang migrasi serta pertemuan antar suku di kawasan tersebut.
4. India
India muncul di posisi keempat sebagai negara dengan jumlah bahasa yang sangat masif. Diketahui bahwa jumlah bahasa tradisional yang dimiliki India mencapai 454 bahasa.
Bahasa-bahasa daerah tersebut masih diterapkan secara luas dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat setempat. Faktor sejarah dan kemajemukan budaya di anak benua India turut memperkuat eksistensi bahasa-bahasa lokal tersebut.
5. China
Negara China berada di peringkat kelima dengan catatan bahasa yang tidak kalah beragam. Sebanyak 309 bahasa hidup diidentifikasi di wilayah teritorial yang sangat luas ini.
Bahasa Mandarin mendominasi komunikasi resmi dan sehari-hari secara nasional. Meskipun demikian, berbagai kelompok minoritas di sana tetap menuturkan bahasa lokal mereka masing-masing.
6. Meksiko
Posisi keenam ditempati oleh Meksiko dengan kekayaan warisan budaya dan linguistiknya. Sebanyak 296 bahasa hidup tercatat di negara kawasan Amerika Utara ini.
Warisan masyarakat adat turut menyumbangkan variasi bahasa yang signifikan di Meksiko. Upaya pelindungan terus dilakukan agar bahasa-bahasa pribumi tersebut tidak punah ditelan zaman.
7. Kamerun
Kamerun menyusul di urutan ketujuh sebagai salah satu negara kaya bahasa di Afrika. Sebanyak hingga 280 bahasa hidup tercatat menghiasi dinamika sosial di negara ini.
Kondisi topografi dan iklim tropis mendukung terbentuknya komunitas-komunitas kecil yang mandiri. Hal tersebut memungkinkan bahasa-bahasa lokal di Kamerun dapat bertahan dan berkembang secara turun-temurun.
8. Amerika Serikat
Amerika Serikat berada di peringkat kedelapan dalam daftar global ini. Tercatat ada sekitar 239 bahasa hidup yang diidentifikasi di negara Paman Sam tersebut.
Warisan masyarakat adat atau Indigenous serta komunitas migran yang mapan berkontribusi besar terhadap keragaman linguistik di sana. Berbagai bahasa dari penjuru dunia turut dibawa oleh para pendatang ke wilayah ini.
9. Australia
Australia menempati posisi kesembilan dengan jumlah bahasa tradisional yang signifikan. Sebanyak 225 bahasa hidup tercatat di benua Kangguru tersebut.
Sebagian besar bahasa lokal dituturkan oleh masyarakat Aborigin yang merupakan penduduk asli Australia. Upaya revitalisasi terus digalakkan guna menjaga kelestarian bahasa-bahasa tersebut dari ancaman kepunahan.
10. Brasil
Urutan kesepuluh dalam daftar ini ditempati oleh Brasil. Sebanyak 222 bahasa hidup tercatat di negara terbesar di Amerika Selatan tersebut.
Sebagian besar keragaman bahasa di Brasil disumbangkan oleh suku-suku pedalaman di kawasan Hutan Amazon. Kondisi alam yang terisolasi membantu komunitas lokal dalam mempertahankan bahasa ibu mereka dari pengaruh luar.


