bukan kota tapi kok namanya kabupaten lima puluh kota apa alasannya - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Kota tapi Kok Namanya Kabupaten Lima Puluh Kota? Apa Alasannya?

Bukan Kota tapi Kok Namanya Kabupaten Lima Puluh Kota? Apa Alasannya?
images info

Kantor Bupati Kab. Lima Puluh Kota | Steijlen, Fridus/WikimediaCommons


Nama Kabupaten Lima Puluh Kota terdengar unik. Bagaimana tidak, meskipun memiliki nama β€œkota”, nyatanya daerah ini merupakan sebuah kabupaten.

Kabupaten Lima Puluh Kota, dalam bahasa Minangkabau disebut Limo Puluah Koto, adalah sebuah kabupaten di Sumatra Barat. Penggunaan kata 'kota' pada nama kabupaten ini tidak merujuk pada status kawasan.

Lalu, mengapa dinamakan Lima Puluh Kota?

Asal-usul Nama Kabupaten Lima Puluh Kota

Penamaan Kabupaten Lima Puluh Kota berawal dari kepindahan 50 rombongan atau koto dari Nagari Pariangan di Tanah Datar menuju permukiman baru di kaki Gunung Sago. Dalam perjalanan menembus wilayah baru itu, seluruh rombongan sempat berkumpul dan bermusyawarah di sebuah kawasan luas bernama Padang Siantah.

Di tempat persinggahan tersebut terjadi peristiwa unik, di mana lima rombongan malah terpisah dan tak diketahui keberadaannya. Rombongan yang terpisah belakangan menyebar hingga menghuni kawasan Kuok, Bangkinang, Air Tiris, Salo, dan Rumbio di Provinsi Riau.

baca juga

Sementara itu, 45 rombongan tersisa melanjutkan perjalanan ke arah barat dan menyebar ke nagari-nagari di sekitarnya. Dalam konteks tradisi Minangkabau, kata koto dimaknai sebagai unit permukiman atau perkampungan.

Dari peristiwa berkumpulnya 50 koto di Padang Siantah itulah nama Lima Puluh Kota akhirnya lahir dan melekat hingga saat ini. Tempat itu kini menjadi pengingat penting tentang ikatan persaudaraan awal masyarakat Minangkabau.

Profil Singkat Kabupaten Lima Puluh Kota

Berdasarkan data yang dimuat dalam Kabupaten Lima Puluh Kota Dalam Angka 2026 oleh BPS, total luas wilayah kabupaten ini mencapai 3.273,40 kilometer persegi.

Pusat pemerintahan kabupaten ini berkedudukan di Sarilamak yang berada di kawasan Kecamatan Harau. Secara administratif, kawasan ini terbagi ke dalam 13 kecamatan, 79 nagari, serta 433 jorong.

Kecamatan Harau tercatat memiliki jumlah nagari terbanyak di kabupaten ini, yakni mencapai 11 nagari. Di sisi lain, Kecamatan Gunuang Omeh merupakan wilayah dengan jumlah nagari tersedikit karena hanya memiliki 3 nagari.

Wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar di Provinsi Riau pada sisi utara dan timur. Posisi tersebut menempatkannya sebagai pintu gerbang lalu lintas darat yang strategis antarprovinsi.

Lebih lanjut, BPS mencatat jumlah penduduk Kabupaten Lima Puluh Kota mencapai 406.228 jiwa pada rilis data terbaru. Komposisi demografi tersebut terbagi atas 202.793 jiwa penduduk laki-laki dan 203.435 jiwa penduduk perempuan. Rasio jenis kelamin masyarakat di kawasan ini berada pada angka 99,68 persen.

Tingkat kepadatan penduduk daerah ini secara keseluruhan berada di angka 124,10 jiwa per kilometer persegi. Dengan luas daerah yang membentang, persebaran penduduk relatif tersebar di berbagai kawasan pemukiman.

Dengan pembagian 79 nagari, rata-rata penduduk di setiap nagari berkisar di angka 5.143 jiwa. Kecamatan Guguak menjadi wilayah dengan rata-rata penduduk per nagari tertinggi mencapai 7.381 jiwa.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.