kecamatan 2x11 enam lingkung kecamatan dengan nama super unik di sumatra barat - News | Good News From Indonesia 2026

Kecamatan 2x11 Enam Lingkung: Kecamatan dengan Nama Super Unik di Sumatra Barat

Kecamatan 2x11 Enam Lingkung: Kecamatan dengan Nama Super Unik di Sumatra Barat
images info

Masjid di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung | WikimediaCommons/Rahmat Irfan Denas


Kawan GNFI ada yang pernah mendengar soal Kecamatan 2x11 Enam Lingkung? Benar, namanya memang unik karena merupakan gabungan antara angka dengan huruf. Kecamatan ini berada di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Pusat pemerintahannya ada di Nagari Sicincin. Jaraknya sekitar 21 kilometer dari ibu kota kabupaten dan 48 kilometer dari Kota Padang.

Nama kecamatan ini dibaca dengan β€œDua Kali Sebelas Enam Lingkung”. Kira-kira, apa yang membuatnya dinamai demikian?

Kenapa Dinamakan Kecamatan 2x11 Enam Lingkung?

Melansir dari situs resmi Pemerintah Nagari Lubuk Pandan Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, penamaan kecamatan ini berkaitan dengan sistem kekuasaan adat. Nama "2x11" berasal dari dua kelompok nagari yang masing-masing membawahi 11 suku.

Kelompok pertama terdiri dari Nagari Sicincin dengan lima suku dan Nagari Kapalo Hilalang dengan enam suku. Sementara itu, kelompok kedua mencakup Nagari Kayu Tanam dengan tiga suku, Nagari Anduriang empat suku, dan Nagari Guguak empat suku. Gabungan dua kelompok suku yang sama-sama berjumlah 11 itulah yang memunculkan istilah "2x11”.

Di sisi lain, istilah "Enam Lingkung" merujuk pada enam nagari, yaitu Pakandangan, Parik Malintang, Toboh Ketek, Pakan Baru (aslinya Sungai Asam dan Lubuak Pandan), serta Koto Tinggi. Keenam nagari ini berada dalam satu lingkuang (lingkungan) kekuasaan rajo adat, Tuanku Rajo Basa.

Pada tahun 2000, berdasarkan UU Otonomi Daerah 1999, kawasan induk mekar menjadi Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Enam Lingkung, dan 2x11 Kayu Tanam. Kecamatan 2x11 Enam Lingkung hasil pemekaran ini kemudian menaungi Nagari Sicincin, Sungai Asam, dan Lubuak Pandan.

baca juga

Profil Singkat Kecamatan 2x11 Enam Lingkung

Kecamatan 2x11 Enam Lingkung adalah salah satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Wilayahnya terletak pada ketinggian 25 hingga 375 meter di atas permukaan laut. Di sebelah utara, kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan VII Koto Patamuan dan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Wilayah bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Enam Lingkung, sedangkan bagian timur berbatasan dengan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam. Pada bagian barat, wilayahnya berhadapan dengan Kecamatan VII Koto dan Kecamatan Enam Lingkung. Secara astronomis, daerah ini berada pada koordinat 0Β° 39' 00" Lintang Selatan dan 100Β° 16' 00" Bujur Timur.

Secara historis, batas dan susunan wilayah kawasan ini bersumber dari pembagian adat Minangkabau. Namun, penataan administratif terus mengalami penyesuaian seiring perkembangan era otonomi daerah.

Merujuk data BPS dalam Kecamatan 2 X 11 Anam Lingkuang Dalam Angka 2024, total luas wilayah kecamatan ini mencakup 36,25 kilometer persegi. Secara administratif, kawasan ini menaungi tiga nagari utama. Ketiga nagari tersebut terdiri dari Nagari Sicincin, Nagari Sungai Asam, dan Nagari Lubuak Pandan.

Nagari Sicincin menjadi wilayah terluas dengan cakupan 21,80 kilometer persegi atau 60,14 persen dari luas kecamatan. Selanjutnya, Nagari Sungai Asam memiliki luas 7,61 kilometer persegi atau setara 20,99 persen. Nagari Lubuak Pandan tercatat paling kecil dengan luas 6,84 kilometer persegi atau 18,87 persen.

Tingkat pemerintahan di bawah nagari terbagi ke dalam unit wilayah yang disebut korong. Secara keseluruhan terdapat 12 korong, di mana Lubuak Pandan memiliki 5 korong, Sicincin 4 korong, dan Sungai Asam 3 korong.

Masih dari pendataan BPS tahun 2024, jumlah penduduk Kecamatan 2x11 Enam Lingkung tercatat sebanyak 19.537 jiwa. Masyarakat di kawasan ini sebagian besar bergerak di bidang pertanian dan perdagangan. Selain itu, tradisi merantau juga turut memengaruhi dinamika kehidupan warga setempat.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.