AIESEC in Untan resmi menyelenggarakan Local Conference 17.0, forum pembinaan tahunan bagi anggotanya, yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu, 7โ9 Agustus 2026, bertempat di Aula Asrama Haji, Jalan Letnan Sutoyo No. 17, Pontianak.
Mengusung tema Beyond the Title; Living with Meaning, Passion, and Impact, konferensi ini mempertemukan puluhan delegasi bersama jajaran Local Committee, Conference Committee, dan tim fasilitator untuk memperdalam pemahaman tentang kepemimpinan, nilai, dan rasa kekeluargaan di dalam organisasi.
Sepanjang tiga hari, delegasi diajak menjalani rangkaian sesi yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran diri sekaligus mempererat kehangatan keluarga besar Aktjaya, sebutan yang lekat bagi anggota AIESEC in Untan. Hari pertama dibuka dengan sesi Opening dan Department Roll Dance, dilanjutkan perkenalan tim fasilitator lewat "Fun Team Session", sebelum memasuki Opening Plenary yang memperkenalkan tema besar konferensi.
Momen kejutan turut mewarnai hari itu ketika delegasi diperkenalkan pada Chair Local Conference 17.0, Muhamad Bayu Arya Saepullah, melalui skenario pengungkapan yang mengundang tawa sekaligus antusiasme peserta.
Hari pertama berlanjut dengan sesi "The Sparks That Pull" yang dibawakan Local Committee President, Wira Kasyfurrahman. Sesi ini mengajak delegasi merenungkan alasan mereka bergabung dan bertahan di AIESEC, jauh dari sekadar posisi maupun jabatan.
Dilanjutkan sesi I"ndonesia Is A Home" yang dibawakan Vice President of Engagement with AIESEC (VP EwA), Arini Gloria Situmorang, bersama Vice President of External Relations (VP ER), Sofiah Salsabila, delegasi diajak memaknai Indonesia sebagai rumah bersama yang perlu dijaga secara kolektif.
Hari pertama ditutup dengan sesi "Evening Plenary" bertajuk refleksi kegagalan yang dipandu langsung oleh Bayu, mengajak delegasi menerima proses jatuh-bangun sebagai bagian alami dari pertumbuhan.
Wira Kasyfurrahman, selaku Local Committee President AIESEC in Untan (LCP), menegaskan bahwa organisasi ini pada dasarnya digerakkan oleh manusia di dalamnya, bukan sekadar struktur maupun proyek semata.
โAIESEC itu adalah kita. Yang membuat organisasi ini bermakna adalah orang-orang yang memilih untuk mewujudkan sesuatu lewat wadah ini,โ ujarnya.
Memasuki hari kedua, delegasi diajak menggali potensi diri lebih dalam lewat "Morning Plenary" berisi rangkaian tantangan logika dan Value Auction, dilanjutkan "Discovering Your Earth Pass" yang dibawakan Vice President of Outgoing Global Exchange (VP oGX), Dean Dota Petarra, bersama Vice President of Business Development (VP BD), Khairunnisa Hidayat.
Sesi ini mengenalkan konsep Johari Window untuk membantu delegasi mengenali sisi diri yang belum tereksplorasi. Rangkaian berlanjut di "The Cracks Between The Zone" yang dibawakan Vice President of Talent Management, (VP TM), Zisca Rayya Khairunisa Resa, bersama Vice President of Marketing (VP MKT), Luqyana Aufa Rani.
Keduanya berbagi kisah personal tentang kegagalan dan proses bangkit yang membentuk mereka menjadi pemimpin hari ini.
Sesi sore dilanjutkan dengan The Soul of Exchange yang dibawakan Vice President of Incoming Global Volunteer (VP iGV), Alfariza Yulianto, bersama Dean Dota Petarra, membahas realitas program pertukaran serta pentingnya keberanian mengambil langkah pertama.
Kemudian berlanjut ke The YOU for YOUTH bersama pembicara eksternal, Dinda Sudarpi, yang mengajak delegasi mengingat kembali alasan awal mereka bergabung dengan AIESEC, serta menekankan bahwa rasa memiliki semestinya tidak bersyarat pada pencapaian semata.ย
Segmen Youth Movement dijalankan bersama Vice President of Program & Thematic Design, Nasywa Akmalia Hanif, yang mengajak delegasi berani memulai perubahan dari langkah kecil di sekitar mereka.
Malam harinya, delegasi kembali diuji melalui sesi Evening Plenary berisi tantangan kerja sama tim, sebelum ditutup dengan perayaan CC Party, lengkap dengan penghargaan bagi tim dan individu terbaik sepanjang hari kedua.
Muhamad Bayu Arya Saepullah, selaku Chair Local Conference 17.0, menyampaikan bahwa kegagalan yang dialami delegasi maupun pengurus sepanjang perjalanan di AIESEC bukan sesuatu yang perlu ditakuti.
โKegagalan tidak pernah menentukan siapa dirimu hari ini. Yang terpenting adalah apa yang kamu pelajari dari kegagalan itu,โ ujarnya.
Memasuki hari ketiga bertema The Spark Within, rangkaian konferensi ditutup dengan sesi yang lebih personal dan reflektif. Setelah sesi Morning Plenary dan Fun Team Session, delegasi mengikuti sesi Thinking of the Why bersama Alfariza Yulianto, yang mengajak mereka kembali merenungkan alasan mendasar di balik peran mereka di organisasi.
Acara berlanjut pada sesi paralel Lost in the Midst, Found in the Spark dan Every Soul Has Its Timing yang dibawakan Arini Gloria Situmorang bersama Sofiah Salsabila, dan sesi Don't Become a Lost Soul yang dipandu Wira Kasyfurrahman, delegasi diajak memahami bahwa proses menemukan makna diri membutuhkan waktu masing-masing yang tidak bisa disamaratakan.
Rangkaian Local Conference 17.0 resmi berakhir dengan Closing Plenary,ย pengisian survei kepuasan delegasi hari ketiga, sesi foto bersama, hingga evaluasi penutup dari Conference Committee.
Melalui rangkaian tiga hari ini, AIESEC in Untan berharap semangat kekeluargaan Aktjaya yang terjalin selama konferensi dapat terus menjadi bekal delegasi dalam menjalani perannya masing-masing, jauh melampaui gelar maupun jabatan yang mereka emban di organisasi.


