bank sampah ndeso gerakan kecil menjaga pesisir - News | Good News From Indonesia 2026

Bank Sampah Ndeso: Gerakan Kecil Menjaga Pesisir

Bank Sampah Ndeso: Gerakan Kecil Menjaga Pesisir
images info

Gerakan Ecobrick untuk mengurangi sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai | Foto: Instagram/@bank.sampahndeso


Ikuti GNFI di WhatsApp

Suara riak air menandakan berlangsungnya kehidupan. Tempat makhluk hidup menggantung harapan. Namun, tak jarang riak kehidupan itu bercampur dengan sampah yang terbawa arus. Di wilayah pesisir, permasalahan sampah menjadi lebih kompleks. Pantai-pantai yang seharusnya menjadi daya tarik wisata dan menampilkan keindahan, justru sering mendapatkan kiriman sampah dari daratan.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah per tahun. Dengan 17% berupa sampah plastik. Sebagian besar sampah berasal dari daratan dan berakhir di sungai, lalu terbawa ke laut sebagai tempat akhir sampah berkumpul.

Muhammad Sidiq Zaelani, atau yang akrab disapa Zae, mengambil peran sebagai penggerak dalam pengelolaan sampah di pesisir Sumatera Utara, tepatnya di Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang. Melalui Bank Sampah Ndeso yang didirikan pada 2018. Saat itu, Zae masih berstatus sebagai mahasiswa Pendidikan Masyarakat di Universitas Medan.

baca juga

Pengelolaan Sampah

BankĀ SampahĀ Ndeso memberikanĀ edukasi kepada wargaĀ mengenai cara memilahĀ sampah organik, anorganik,Ā dan b3.Ā Sesudah dipilah,Ā berikutnya sampah akan diolah menjadi sesuatuĀ yang bermanfaat.Ā Sampah organik sepertiĀ sampah sayuran,Ā diolah menjadiĀ komposĀ danĀ Eco-enzym.Ā Sampah anorganik sepertiĀ kemasanĀ makanan,Ā diolah menjadiĀ Ecobrick.

Selain itu, Bank Sampah Ndeso juga mengajarkan keterampilan baru seperti membuat sampah botol plastik menjadi produk daur ulang. Wadah untuk tanaman hidroponik contohnya. Cara ini tidak hanya mengajarkan warga tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga mengasah kemampuan warga dan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan.

Bank Sampah

Sampah yang kawanĀ gunakan atau temui dapat menjadiĀ nilaiĀ ekonomis.Ā MelaluiĀ sistemĀ tabungan, kawan dapatĀ mengumpulkan sampah dan menyerahkan kepadaĀ BankĀ Sampah Ndeso.Ā Sampah plastik, logam,Ā kertas,Ā elektronik,Ā dan besiĀ yang kawan kumpulkan akan ditimbang danĀ dicatat.Ā Lalu nilainya akanĀ masuk ke dalamĀ tabungan danĀ dapatĀ ditukarkan menjadi rupiah.Ā 

Warga sekitar tentunyaĀ lebihĀ bersemangat mengelola sampah dengan adanya sistem ini,Ā karena merasakan langsung manfaat sampah dari segiĀ ekonomi.Ā Selain lingkunganĀ menjadi bersih,Ā sistemĀ ini juga memberikanĀ keuntungan bagi warga sekitar.Ā 

Gerakan konsistenĀ yangĀ ZaeĀ usung,Ā membawanya meraih penghargaanĀ SatuĀ IndonesiaĀ AwardsĀ tingkatĀ provinsiĀ pada tahunĀ 2022.Ā Hingga kini,Ā Zae masihĀ terus berkomitmenĀ mengurangi pencemaran sampahĀ di wilayah sungaiĀ danĀ pesisir pantaiĀ dengan mengadakan beragam kegiatan.Ā Seperti melakukan kampanye pengurangan penggunaan plastik,Ā bersih-bersih lingkunganĀ sekitar pantai,Ā penanaman pohon,Ā serta edukasi lingkungan.

PerjalananĀ BankĀ Sampah Ndeso membuktikanĀ bahwa perubahanĀ tidak datang seketika denganĀ hasil instan.Ā PerluĀ kesabaran, kerja sama,Ā dan kemauan.Ā Para relawan jugaĀ sering terlibat dalamĀ berbagai pelaksanaan kegiatan yang diadakan.Ā KerjaĀ samaĀ yang baik itu berhasil memberikan hasilĀ berupa lingkunganĀ yang bersih dariĀ pencemaran sampah.Ā 

BankĀ SampahĀ Ndeso menjadi bukti bahwa perubahanĀ besarĀ bisa lahirĀ dariĀ langkah kecil.Ā Membuang sampahĀ pada tempatnya danĀ mengurangi penggunaan plastik merupakan langkah kecil untuk menjaga kelestarian alam.Ā Zae memberikan pelajaran bahwa sampah bisa menjadi bernilai jika dikelola dengan baik dan benar.

BankĀ Sampah NdesoĀ juga menjadi wadah edukasi melalui workshop danĀ bekerja sama dengan komunitas lainnya untuk menjaga lingkunganĀ dari pencemaranĀ sampah.Ā Pemuda,Ā anak-anak sekolah,Ā danĀ kelompok ibuĀ rumahĀ tanggaĀ aktif dalam kegiatan.Ā Menjaga lingkungan bukanĀ hanya tugas satu kelompokĀ saja,Ā melainkan kewajibanĀ bersama untuk masa depanĀ yangĀ lebihĀ cerah.

#kabarbaiksatuindonesia

baca juga

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
FS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.