aghniny haque hadapi teror khadam film horor malaysia indonesia ini siap bikin merinding - News | Good News From Indonesia 2026

Aghniny Haque Hadapi Teror Khadam, Film Horor Malaysia-Indonesia Ini Siap Bikin Merinding

Aghniny Haque Hadapi Teror Khadam, Film Horor Malaysia-Indonesia Ini Siap Bikin Merinding
images info

Aghniny Haque Hadapi Teror Khadam, Film Horor Malaysia-Indonesia Ini Siap Bikin Merinding (Rizkia Putri)


Aktris Indonesia Aghniny Haque membuktikan kiprahnya di kancah perfilman internasional lewat film Khadam, sebuah proyek kolaborasi Malaysia dan Indonesia. Film horor tersebut sukses menggelar gala premiere di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026, sebelum resmi tayang serentak di bioskop Indonesia pada 16 September 2026.

Dalam film produksi Komet Productions bersama Magma Entertainment dan VMS Studio tersebut, Aghniny dipercaya menjadi pemeran utama yang memerankan karakter Melor.

Peran tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Aghniny karena ia harus memerankan seorang ibu tunawicara yang hidup pada era 1650-an dan berjuang melindungi anak-anaknya di tengah keterbatasan.

Aghniny Haque Dipercaya Perankan Melor dalam Khadam

Ketertarikan terhadap Aghniny bermula dari pihak produksi Malaysia yang telah cukup lama mencari pemeran untuk karakter Melor. Produser Lina Tan mengungkapkan, proses pencarian tersebut bahkan telah dimulai sejak cerita Khadam ditulis pada 2019. Namun, produksi sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

Ketika proyek kembali dilanjutkan, Lina Tan mengaku tertarik dengan kemampuan akting Aghniny setelah menyaksikan penampilannya di sejumlah film, termasuk Tuhan, Izinkan Aku Berdosa.

Menurut Lina, karakter Melor sangat cocok dengan karakteristik akting Aghniny. Ia pun memberikan pujian tinggi kepada sang aktris dalam konferensi pers.

"Kami sangat diberkati memiliki Aghni sebagai pemeran utama kami. Dan Anda akan melihat nanti mengapa dia sangat tepat untuk Indonesia. Dan bagi kami, dia juga adalah ratu kami." ujarnya.

Pujian tersebut menggambarkan keyakinan tim produksi terhadap kemampuan Aghniny dalam menghidupkan karakter Melor.

Tantangan Besar: Memerankan Ibu Tunawicara Tanpa Dialog

Dalam Khadam, Aghniny memerankan Melor, seorang ibu tunawicara yang hidup di kawasan tepi hutan Malaya pada tahun 1650-an. Melor harus berjuang melindungi anak-anaknya dalam kondisi sulit, yaitu tanpa uang, ditinggalkan suami, serta tidak memiliki tempat untuk meminta bantuan.

Dalam keadaan terdesak, Melor akhirnya mencari bantuan melalui warisan gaib keluarganya yaitu Khadam. Entitas yang semula dipercaya sebagai penjaga tersebut justru berubah menjadi ancaman ketika berbalik menguasai kehidupan pemiliknya. Teror semakin mencekam ketika Khadam mengambil wujud yang menyerupai Melur dan perlahan berusaha merebut kasih sayang anak-anaknya serta posisinya sebagai ibu dalam keluarga.

Bagi Aghniny, karakter tersebut menjadi salah satu peran paling menantang yang pernah ia jalani. Selain untuk pertama kalinya memerankan seorang ibu, ia juga harus berakting tanpa mengandalkan dialog verbal.

"Jujur aja untuk memerankan tunawicara dan juga ibu ini baru pertama kali dan rasanya sangat bangga dan bersyukur. Ternyata seindah itu ya untuk menjadi ibu. Karena ini adalah peran yang menurut aku sangat suci, makanya aku juga enggak berani main-main untuk memerankannya. Jadi, setiap detik enggak akan aku lepaskan." ujarnya.

Latihan Bahasa Isyarat Khusus untuk Karakter Melor

Demi mendalami karakter, Aghniny menjalani persiapan intensif di Indonesia sebelum berangkat ke Malaysia. Ia didampingi acting coach asal Indonesia, Mas Kan, untuk mengembangkan bahasa isyarat khusus yang digunakan karakter Melor.

Bahasa isyarat tersebut tidak menggunakan sistem komunikasi yang sudah ada secara utuh. Pasalnya, Melor dikisahkan tinggal di sebuah kampung yang terisolasi dan hampir tidak pernah berinteraksi dengan dunia luar.

Karena itu, bahasa yang digunakan Melor dirancang sebagai bentuk komunikasi personal yang berkembang di antara dirinya dan keluarganya. Gerakan-gerakannya pun dibangun berdasarkan emosi dan kebutuhan karakter.

Salah satu contohnya adalah gestur untuk mengungkapkan rasa sayang yang diletakkan di dada. Proses pendalaman karakter tersebut juga membuat Aghniny harus mengubah kebiasaan sehari-harinya. Ia dituntut untuk memperlambat gerakan dan lebih sadar terhadap setiap tindakan yang dilakukan. 

Bagi Aghniny, pengalaman tersebut sekaligus membuktikan bahwa akting tidak selalu bergantung pada bahasa verbal. Emosi tetap dapat tersampaikan meskipun karakter tidak mengucapkan satu pun dialog.

"Saya pertama saya harus mempercayai bahwa ternyata itu bekerja di bahasa negara atau bekerja tanpa dialog tuh ternyata tetap sama ya. Bahasa cinta tetap bahasa cinta. Tetap kasih sayang yang kita keluarkan. Fear is still fear. Sad is still sad."

Horor yang Berujung Air Mata

Meski Khadam membawa unsur horor dan mistis, kekuatan film ini disebut tidak hanya bertumpu pada aspek ketakutan. Drama keluarga dan perjuangan Melor menjadi bagian penting dari pengalaman emosional penonton.

Produser Ahmad Izham Omar menceritakan bahwa respons penonton dalam pemutaran perdana di Malaysia menunjukkan kuatnya sisi emosional film tersebut. Ia menyebut penonton dari Malaysia, Singapura, hingga Kamboja memberikan respons yang sangat emosional setelah menyaksikan film.

"Aku ingat masuknya takut keluarnya nangis... kekuatan dramanya begitu kuat sekali... dan selepas tu saya tahu beberapa audiens yang menonton di premier di Malaysia keluar terus panggil ibu." 

baca juga

Khadam disutradarai oleh Syamil Othman dan diproduseri oleh Ahmad Izham Omar, Lina Tan, serta Ayu Amiral.

Kolaborasi Malaysia-Indonesia ini sekaligus menjadi salah satu langkah Aghniny Haque dalam memperluas kiprahnya ke industri perfilman internasional. 

Film Khadam dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 September 2026.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizkia Putri Fahira lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizkia Putri Fahira.

RP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.