Boleh dibilang, Shin Tae-yong adalah pelatih yang paling menarik perhatian di Super League musim 2026–2027. Statusnya yang merupakan eks pelatih Timnas Indonesia membuat sosoknya jadi sorotan.
Shin memang sosok baru di Super League, namun sangat beken di sepak bola Indonesia. Saat melatih Timnas Indonesia, namanya melambung karena berhasil membawa tim menembus hingga babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sebelum akhirnya ia dipecat oleh PSSI pada Januari 2025 dan posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert.
Selepas tak lagi melatih Timnas Indonesia, Shin sempat memilih untuk rehat sejenak sembari mengelola yayasan pembinaan sepak bola usia dini miliknya di Indonesia. Beberapa tawaran dari klub luar negeri datang, namun pelatih asal Korea Selatan itu memilih tidak mengambilnya.
Shin baru kembali melatih pada Agustus 2025 saat bergabung dengan Ulsan HD FC. Di sana, perjalanannya tidak mulus. Catatan hasil laganya buruk karena hanya mampu meraih dua kemenangan dari 10 pertandingan. Di samping itu, ada pula tuduhan dari pemain bahwa Shin melakukan tindakan kekerasan fisik selama masa kepelatihannya.
Shin menyampaikan pembelaan dan bantahan atas tuduhan dugaan penyerangan pemain yang diarahkan kepadanya. Akan tetapi, pada akhirnya ia dijatuhi larangan berkecimpung di sepak bola selama 10 tahun oleh Federasi Sepak Bola Korea (KFA). Mau tidak mau, Shin harus pergi ke luar Korea Selatan apabila masih ingin melanjutkan karier kepelatihannya.
Kebetulan, Persija mencari pelatih baru jelang musim 2026–2027 dan Shin jadi salah satu kandidat. Manajemen Macan Kemayoran akhirnya menunjuk Shin sebagai pelatih baru karena dianggap punya karakter disiplin, profesionalisme, dan standar kerja tinggi yang selaras dengan tujuan klub dalam membangun budaya juara.
“Shin Tae-yong adalah pelatih yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan visi yang sesuai dengan arah Persija. Kami memilih sosok yang tidak hanya memiliki kualitas teknis dan taktis, tetapi juga kemampuan untuk membangun mentalitas pemenang dalam tim,” kata Presiden Persija, Mohamad Prapanca.

Awal Mulus Shin Tae-yong di Persija
Di Persija, Shin tancap gas menyusun skuad sesuai dengan preferensinya. Ini paling jelas terlihat dari bagaimana ia merekrut pemain asing. Perombakan dilakukan, gerbong pemain berpengalaman dari luar negeri pun didatangkan.
Hasilnya ciamik. Shin mengawali Super League 2026–2027 dengan mulus. Bahkan dalam dua laga pertama Persija, lawan yang dihadapi jelas tidak mudah karena Macan Kemayoran harus bertandang ke markas Borneo FC dan menjamu Persib Bandung.
Dari markas Borneo FC, Persija menang 1-0 lewat gol pemain asing baru mereka yang diboyong Shin, Alexander Jeremejeff. Menariknya, saat Persija baru mengalahkan Borneo FC, Shin melontarkan pernyataan bahwa timnya baru menampilkan sekitar 50 persen dari kemampuan terbaik.
Kemudian saat menjamu Persib, lagi-lagi Persija menang, kali ini dengan skor 2-1 di mana Jeremejeff kembali mencetak gol, plus satu gol lagi dari Ivan Mamut. Seakan melanjutkan pernyataan sebelumnya, ia mengatakan bahwa timnya bermain lebih baik ketimbang laga sebelumnya.
“Para pemain melakukan tugasnya dengan sangat baik dan mampu bertahan. Dengan meraih kemenangan di dua laga ini, kami bisa menciptakan pijakan untuk menjalani liga dengan lebih lancar.
Dibandingkan pertandingan melawan Borneo FC, hari ini kami menunjukkan penampilan yang jauh lebih berkembang. Kesalahan umpan berkurang dan peluang gol yang diciptakan lebih banyak,” ucap Shin.


