layar kecil dan cerita cerita besar dari pasar rumput - News | Good News From Indonesia 2026

Layar Kecil dan Cerita-Cerita Besar dari Pasar Rumput

Layar Kecil dan Cerita-Cerita Besar dari Pasar Rumput
images info

Foto oleh Kilyan Sockalingum di Unsplash


Habis belanja, lanjut nonton? Bisa dong! Pasar Rumput kini punya satu aktivitas baru yang mungkin tidak langsung terpikir ketika kita mendengar kata “pasar”. Di Tower 3 Rusun Pasar Rumput, Jaksinema hadir sebagai bioskop mini dengan 43 kursi yang siap menjadi tempat baru warga menikmati film Indonesia. 

Jaksinema resmi dibuka pada Agustus 2026. Perumda Pasar Jaya menggandeng Layar Digi untuk menghadirkan ruang pemutaran ini. Hal menarik dari Jaksinema justru ada pada kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari. Penghuni rusun bahkan tidak perlu pergi jauh untuk mencari hiburan. 

Harga tiket Jaksinema membuat pengalaman menonton bioskop rasanya menjadi lebih ringan. Jaksinema menetapkan tarif Rp15.000 pada hari biasa dan Rp20.000 pada akhir pekan atau hari libur.

Dalam sehari, lima film dijadwalkan bergantian. Pemutaran berlangsung dari sekitar pukul 11.00 hingga malam. Tiket dapat dibeli melalui mesin kiosk yang terhubung dengan pembayaran digital QRIS.

baca juga

Film yang diputar merupakan film-film Indonesia. Pilihan ini memberi ruang tambahan bagi sinefil dalam negeri untuk karyanya bertemu dengan penonton. Berdasarkan data dari Cinepoint, sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat sekitar 93 film Indonesia yang telah ditayangkan. Jumlah penontonnya mencapai 40.711.772 penonton. Hal ini menyimpulkan minat terhadap film Indonesia masih tinggi. 

Pilihan untuk memutar film Indonesia juga memberi warna tersendiri bagi Jaksinema. Setiap judul yang hadir di layar membawa cerita, karakter, dan sudut pandang yang berbeda tentang Indonesia.

Bagi sebagian penonton, perjumpaan itu mungkin menjadi pengalaman pertama mengenal karya tertentu. Dari sebuah tontonan, rasa ingin tahu terhadap film lokal bisa tumbuh dan membawa mereka mencari judul lain setelahnya. 

Ruang kecil dengan 43 kursi itu dapat menjadi titik pertemuan baru di kawasan Pasar Rumput. Perumda Pasar Jaya menyebut Jaksinema sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi kawasan dan mengoptimalkan aset melalui inovasi bisnis. Kehadirannya diharapkan dapat memberi pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan Pasar Rumput.

Berbagai inovasi sudah dilakukan oleh Pasar Jaya untuk menghidupkan kawasan. Revitalisasi pasar, penataan kawasan, digitalisasi transaksi melalui QRIS, hingga penyediaan hiburan seperti Jaksinema.

Ukuran Studio Jaksinema memang jauh dari gambaran bioskop pada umumnya. Hanya ada 43 kursi. Namun, ruang tersebut memiliki standar yang disebut setara dengan bioskop komersial. Penonton tetap merasakan pengalaman menonton dalam ruang khusus dengan layar dan fasilitas pemutaran film.

baca juga

Kehadiran Jaksinema sebenernya ikut membawa cerita yang mendukung arah Jakarta sebagai Kota Sinema. Untuk menjadi sebuah kota sinema, Jakarta tentu membutuhkan ruang bagi film untuk bertemu dengan penontonnya. Pemprov DKI Jakarta melihat kehadiran Jaksinema sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap film Indonesia. 

Jaksinema mungkin hanya memiliki satu studio dengan ukuran kecil, tetapi yang dibawa ke Pasar Rumput adalah makna yang lebih besar dari sebatas kapasitas ruangnya. Kehadirannya mendekatkan akses warga terhadap hiburan, memberi ruang bagi film Indonesia untuk bertemu penonton, sekaligus menghadirkan aktivitas baru di tengah kawasan pasar dan hunian. 

Kalau sedang berada di sekitar Pasar Rumput, tidak ada salahnya mencoba naik ke lantai tiga Tower 3. Pilih film yang ingin ditonton, ajak teman atau keluarga, lalu menikmati cerita di dalamnya. Bisa jadi, pengalaman menonton film kali ini terasa sedikit berbeda. Bukan karena bioskopnya yang besar, tetapi karena layarnya hadir begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BL
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.