Universitas Indonesia (UI) tidak hanya dikenal sebagai kampus yang melahirkan para ilmuwan dan para penentu kebijakan negeri ini. Banyak pula musisi yang berasal dari sana, salah satunya Tingz! yang membawakan genre hipdut.
Sudah banyak musisi baik itu yang berkiprah secara solo maupun grup yang diketahui pernah jadi bagian dari civitas academica UI. Misalnya saja, ada Afgan, Hindia, atau band Payung Teduh. Dari sekian banyak nama yang ada, agaknya baru Tingz! yang beraliran hipdut atau hip-hop dangdut.
Tingz! adalah grup musik yang beranggotakan tiga orang, yakni Naufal Ahmad Sanaya, Ataya Nasywa, dan Alifia Bintang Tabita. Mereka semua adalah mahasiswa Sekolah Vokasi UI.
Menariknya, Tingz! tidak hanya beranggotakan mahasiswa UI. Lebih dari itu, mereka juga memang benar-benar dilahirkan di kampus tersebut karena kehadirannya bermula dari tugas kuliah. Awalnya, Tingz! memang dibentuk dalam rangka memenuhi tugas Ujian Tengah Semester (UTS) di program studi (prodi) Produksi Media.
Semua berawal dari mata kuliah Produksi Konten Musik yang membekali mahasiswa untuk memahami proses produksi musik secara menyeluruh. Saat UTS tiba, jadilah sekitar 20 mahasiswa terlibat dalam pendirian Tingz!. Mereka semua berperan dalam berbagai urusan, mulai dari produksi visual, pemasaran, promosi media sosial, hingga manajemen proyek. Maklum saja, mata kuliahnya memang menuntut mahasiswa untuk memahami cara membangun identitas musisi, mengembangkan konsep karya, menyusun strategi promosi, hingga mendistribusikan karya melalui berbagai platform.

Sebetulnya, Tingz! bukanlah grup musik pertama yang berdiri dari mata kuliah Produksi Konten Musik. Hanya saja, genre hipdut yang dibawakan Tingz! memberi warna baru yang belum pernah ada sebelumnya.
“Di Produksi Media sudah banyak grup musik dengan warna musik masing-masing. Kami ingin menjadi salah satu warna yang berbeda. Hipdut menurut kami memiliki karakter yang spesial untuk mendobrak skena musik yang ada,” ujar Naufal.
Saat ini, hipdut memang sedang jadi primadona baru di belantika musik Indonesia. Mulai terkenal dan viral sejak akhir tahun 2024, genre ini memadukan ketukan trap/hip-hop modern dengan kendang dan cengkok dangdut yang sangat populer, terutama di kalangan Generasi Z lewat platform media sosial seperti TikTok dan YouTube.
Tingz! punya lagu debut berjudul “Nekat”. Isinya bercerita tentang lika-liku kehidupan anak muda Jakarta dari kacamata orang yang berasal dari Jakarta Timur dan Jakarta Selatan (Jaksel). Memakan waktu kerja kurang lebih dua bulan, lagu “Nekat” akhirnya diluncurkan ke publik.
Lagu “Nekat” sungguh unik. Liriknya mengawinkan unsur humor dan budaya populer dalam menyajikan cerita khas kehidupan anak muda perkotaan. Siapa sangka, bermula dari tugas kuliah terciptalah lagu unik dari grup musik yang juga unik.
“Awalnya kami hanya ingin mendapatkan nilai yang baik. Namun, selama prosesnya, banyak yang bercanda ingin membuat lagu ini viral. Ternyata, respons yang kami terima benar-benar positif,” kata Aya.
Ketika Hip-hop Bertemu Kendang: Cara Jenius Anak Muda Merayakan Identitas Lokal di Era Globalisasi
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


