dari gokart hingga formula 4 qarrar firhand rawat mimpi dan ukir prestasi di lintasan - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Gokart hingga Formula 4, Qarrar Firhand Rawat Mimpi dan Ukir Prestasi di Lintasan

Dari Gokart hingga Formula 4, Qarrar Firhand Rawat Mimpi dan Ukir Prestasi di Lintasan
images info

Qarrar Firhand saat menjuarai WSK Euro Series kategori OK, Eropa Cremona Circuit | Foto: Instagram @qarrar_firhand


Nama Qarrar Firhand Ali semakin akrab bagi pencinta motorsport Indonesia. Di usia 15 tahun, pembalap muda kelahiran Jakarta ini sudah menempuh perjalanan panjang dari lintasan gokart Tanah Air hingga kompetisi balap Eropa.

Pada 2026, Qarrar kembali mencatat pencapaian penting. Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai World Series Karting (WSK) Euro Series kategori OK, salah satu kompetisi karting bergengsi di Eropa. Setelah itu, ia mulai menjalani transisi menuju balap mobil formula.

Bakat balap Qarrar juga tumbuh dari lingkungan keluarganya. Sang ayah, Firhand Ali, merupakan pegokart senior yang pernah berkiprah di level nasional hingga internasional. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting bagi Firhand untuk mendampingi Qarrar sejak mengenal gokart hingga berkompetisi di Eropa

Perjalanan tersebut bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat di lintasan. Di balik setiap hasil balapan, ada proses panjang yang menuntut latihan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, serta dukungan keluarga dan tim.

Mengenal Gokart Sejak Dini

Qarrar mengenal gokart sejak berusia lima tahun. Sang ayah, turut membimbingnya hingga kemampuan Qarrar berkembang dan membawanya berkompetisi di tingkat nasional maupun Asia.

Setelah mencatat prestasi di dalam negeri, Qarrar melanjutkan langkah ke Italia. Pada usia 11 tahun, ia mulai berlatih dan berkompetisi di negara yang menjadi salah satu pusat perkembangan karting dunia.

Keputusan tersebut membuat Qarrar harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia tidak hanya menghadapi lawan dari berbagai negara, tetapi juga menjalani kehidupan sekolah dan latihan jauh dari keluarga.

Pengalaman itu perlahan membentuk kemandiriannya. Sejumlah pemberitaan tentang perjalanan Qarrar di Italia menunjukkan bahwa ia mulai mengurus perlengkapan balap sendiri dan menjalani jadwal padat antara pendidikan, latihan, serta kompetisi.

baca juga

Qarrar Firhand menjuarai WSK Euro Series kategori OK, Eropa | Foto: Instagram @qarrar_firhand
info gambar

Qarrar Firhand Ali di Cremona Circuit saat ajang WSK Euro Series | Foto: Instagram @qarrar_firhand


Menutup Karting dengan Gelar Bersejarah

Kerja keras selama bertahun-tahun kemudian mencapai salah satu puncaknya pada WSK Euro Series 2026. Bersama Ward Racing, Qarrar berhasil mengunci gelar juara kategori OK setelah tampil konsisten sepanjang musim.

Pada putaran terakhir di Cremona Circuit, Italia, Qarrar mengawali akhir pekan dengan merebut pole position sehingga ia dapat start di posisi terdepan. Ia kemudian memenangkan seluruh heat race atau balapan penyisihan untuk beradu posisi, dan prefinal sebelum mengamankan posisi puncak klasemen.

Di final, persaingan berlangsung ketat. Qarrar harus rela finis kedua, tetapi hasil tersebut sudah cukup untuk memastikan gelar juara. Ia juga mencatat putaran tercepat dengan waktu 47,600 detik.

Setelah balapan, Qarrar menyampaikan rasa bangganya sekaligus berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung perjalanan panjangnya. Baginya, gelar tersebut bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga bekal untuk menghadapi jenjang baru.

“Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia dan menjadi motivasi besar menghadapi tantangan berikutnya di Formula 4,” ujar Qarrar, dalam rilis kepada detikSport.

Di balik target besar tersebut, Qarrar juga memiliki cara pandang sederhana dalam menjalani setiap balapan. Ia tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi berusaha memastikan selalu ada perkembangan dari satu balapan ke balapan berikutnya.

“Yang penting buat aku itu setiap race harus ada improvement,” ujar Qarrar dalam podcast You Tube Z-Minded Medcom.id. Baginya, setiap sesi menjadi kesempatan untuk memperbaiki kemampuan mengemudi sekaligus mental.

Prestasi itu sekaligus menutup fase penting dalam perjalanan kartingnya. Namun, gelar juara bukan menjadi garis akhir bagi Qarrar. Justru dari sanalah tantangan berikutnya dimulai.

Dari Gokart Menuju Balap Formula

Qarrar kemudian memasuki dunia single-seater melalui British Formula 4 atau F4. Secara sederhana, F4 merupakan salah satu jenjang awal dalam balap mobil formula yang mengandalkan mobil satu kursi dan menjadi bagian dari proses pengembangan pembalap menuju level yang lebih tinggi.

Transisi ini menghadirkan tantangan berbeda. Mobil F4 memiliki karakter yang jauh berbeda dari gokart, sehingga Qarrar perlu memahami kendaraan yang lebih berat, pola kerja tim, karakter sirkuit, hingga situasi balapan yang lebih kompleks.

Pada Juli 2026, Qarrar menjalani debut British F4 bersama Argenti Motorsport di Sirkuit Thruxton. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya beradaptasi dengan balap mobil sebelum menjalani musim penuh bersama Hitech pada 2027.

Menariknya, Qarrar tidak menjadikan hasil akhir sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Ia memilih mengumpulkan pengalaman terlebih dahulu, termasuk mempelajari cara melakukan start, memahami situasi perlombaan, serta membangun komunikasi dengan tim. Sikap tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju jenjang lebih tinggi tidak selalu harus ditempuh dengan terburu-buru.

Persiapan fisik dan mental pun ikut berkembang. Qarrar menjalani latihan kardio dan gym untuk menyesuaikan tubuh dengan tuntutan mobil formula, sementara latihan pengambilan keputusan dan konsentrasi membantu mempersiapkan dirinya menghadapi situasi yang lebih cepat dan kompleks di lintasan.

Perjalanan Qarrar menunjukkan bahwa prestasi di lintasan tidak datang hanya dari keberanian memacu kendaraan. Ada proses belajar, kedisiplinan, kemampuan bangkit dari kesulitan, serta kemauan untuk terus berkembang.

Kini, langkah Qarrar masih panjang. Formula 4 baru menjadi salah satu tahap dalam perjalanan yang ingin ia lanjutkan ke jenjang berikutnya. Terlepas dari sejauh mana langkah itu nantinya, keberhasilannya membawa Merah Putih menjadi juara WSK Euro Series telah memberi warna baru bagi olahraga balap Indonesia.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

US
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.