saling belajar saat transjakarta terinspirasi kolombia dan jadi panutan tanzania - News | Good News From Indonesia 2026

Saling Belajar: Saat TransJakarta Terinspirasi Kolombia dan Jadi Panutan Tanzania

Saling Belajar: Saat TransJakarta Terinspirasi Kolombia dan Jadi Panutan Tanzania
images info

TransJakarta | Mualif Hambya/WikimediaCommons


Saling Belajar: Saat TransJakarta Terinspirasi Kolombia dan Jadi Panutan Tanzania

Sistem transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) menjadi solusi andalan berbagai kota besar di dunia untuk mengatasi krisis kemacetan perkotaan. Brasil, Kolombia, Tiongkok, hingga Indonesia adalah contoh negara yang menerapkan sistem bus raya terpadu untuk angkutan transportasi berbasis bus.

Menariknya, pengembangan sistem transportasi bus ini juga “saling menginspirasi” antarnegara. Banyak negara saling belajar dan mengadopsi praktik terbaik dari kota-kota lain yang telah sukses lebih dulu. Indonesia menjadi salah satu contoh menarik dalam dinamika pertukaran pengetahuan transportasi antarnegara ini.

Saat merancang sistem TransJakarta pada awal tahun 2000-an, Jakarta melihat kesuksesan TransMilenio yang beroperasi di Bogota, Kolombia. Dua dekade berselang, peran tersebut berbalik saat Jakarta menjadi tempat “berguru” bagi negara lain.

Kota Dar es Salaam dari Tanzania mengirimkan delegasi resminya untuk melakukan studi banding dengan TransJakarta. Delegasinya bahkan beberapa kali terbang ke Jakarta untuk mengikuti training.

TransMilenio: Pelopor BRT Modern dari Bogota

TransMilenio merupakan sistem BRT yang melayani kawasan metropolitan Bogota, ibu kota Kolombia, dan kota sekitarnya. Proyek ini pertama kali dibuka untuk umum pada Desember 2000. Wali Kota Enrique Peñalosa adalah orang di balik dilaksanakannya proyek besar tersebut.

Sistem ini menggunakan bus berkapasitas besar yang berjalan di jalur khusus pada bagian tengah jalan arteri utama. Penumpang mengakses halte berelevasi tinggi melalui jembatan penyeberangan serta melakukan pembayaran tiket sebelum masuk ke dalam stasiun.

TransMilenio ternyata sukses memangkas waktu tempuh perjalanan secara drastis dari yang semula lebih dari dua jam menjadi di bawah satu jam. Keberhasilan Bogota mengelola transportasi publik yang efisien dan hemat biaya ini menjadikannya rujukan bagi pengembangan BRT di berbagai belahan dunia, termasuk Jakarta.

baca juga

TransJakarta: Sistem BRT Terpanjang di ASEAN

Gagasan pembangunan sistem BRT di Jakarta pertama kali dicetuskan sekitar tahun 2001 pada masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso alias Bang Yos. Kala itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadopsi model operasional TransMilenio untuk menjawab masalah kemacetan parah di ibu kota.

Bang Yos melihat kesuksesan TransMilenio yang bisa mengatasi kemacetan di Bogota, sehingga ingin menerapkannya juga di Jakarta. Pemprov DKI bahkan melakukan studi banding ke Bogota.

TransJakarta resmi beroperasi pada 15 Januari 2004 dengan meluncurkan rute utamanya di Koridor 1 yang melayani jalur Blok M hingga Kota. Pengoperasian ini juga menjadikan TransJakarta sebagai sistem BRT pertama yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara.

Jaringan TransJakarta terus berkembang pesat hingga melayani 14 koridor utama dengan total panjang lintasan mencapai lebih dari 250 kilometer. Jangkauan lintasan yang sangat luas ini menjadikan TransJakarta sebagai jaringan bus terpadu terpanjang di Asia Tenggara sekaligus di dunia.

Kini TransJakarta mengoperasikan lebih dari 4.300 armada bus yang menjangkau hingga 87 persen populasi Jakarta. Sistem ini juga didukung oleh integrasi antarmoda JakLingko, penerapan bus listrik, serta tarif terjangkau sebesar Rp3.500.

DART Tanzania yang Belajar dari TransJakarta

Dar es Salaam Rapid Transit (DART) adalah sistem BRT di Dar es Salaam, Tanzania, yang resmi beroperasi sejak 10 Mei 2016. DART dibangun untuk mengatasi pertumbuhan penduduk yang cepat serta kemacetan lalu lintas di salah satu kota berkembang Afrika Timur tersebut.

Mirip dengan TransJakarta, DART menerapkan jalur bus terpisah di median jalan serta sistem pembayaran tiket di stasiun untuk mempercepat proses naik-turun penumpang. Sistem ini terus dikembangkan secara bertahap guna memperluas jangkauan layanan ke seluruh wilayah kota.

Dalam merencanakan perluasan jaringan, lembaga DART bersama kementerian dan operator transportasi Tanzania melakukan studi banding ke Jakarta. Kunjungan kerja yang didukung oleh ITDP Africa dan Bank Dunia ini bertujuan mempelajari tata kelola transportasi perkotaan yang berkelanjutan.

baca juga

Delegasi Tanzania secara khusus mempelajari sistem kelembagaan TransJakarta, skema kontrak berbasis kilometer (gross-cost), serta mekanisme subsidi tarif Public Service Obligation (PSO). Mereka juga meninjau langsung integrasi angkutan informal Mikrotrans dan operasional depo bus listrik milik DAMRI.

Pengalaman Jakarta dalam mengintegrasikan layanan bus massal menjadi “inspirasi” bagi DART untuk membangun transportasi publik yang inklusif dan efisien. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan TransJakarta terus menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan dan lainnya.

Bahkan, Time Out juga menobatkan TransJakarta sebagai infrastruktur transportasi terbaik ke-17 di dunia, bersanding dengan sistem transportasi dari negara-negara maju lainnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.