Pengembangan UMKM di desa tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan produksi dan pemasaran. Ketika usaha mulai berkembang, kemampuan mengelola keuangan menjadi semakin penting. Pelaku usaha perlu mengetahui berapa omzet yang diperoleh, berapa biaya yang dikeluarkan, serta berapa keuntungan yang sebenarnya dihasilkan.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, tahun 2026. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM tidak hanya didorong untuk memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produk, tetapi juga mulai diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk mengelola keuangan usaha.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026 dengan dukungan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dari Buku Catatan Menuju Pengelolaan Keuangan Digital
Dalam aktivitas usaha sehari-hari, pencatatan keuangan sering kali dianggap sebagai pekerjaan tambahan. Transaksi penjualan dan pembelian bahan masih dapat dicatat secara sederhana di buku, kertas, atau bahkan hanya mengandalkan ingatan. Cara tersebut memang dapat dilakukan ketika transaksi masih sedikit. Namun, ketika aktivitas usaha semakin banyak, pencatatan yang tidak teratur dapat menyulitkan pelaku UMKM untuk mengetahui kondisi usaha secara sebenarnya.
Melalui pelatihan manajemen keuangan berbasis digital, pelaku UMKM Desa Bendung diajak membangun kebiasaan baru. Transaksi pemasukan dan pengeluaran mulai dicatat secara lebih terstruktur menggunakan perangkat digital yang mudah digunakan. Tujuannya sederhana: agar setiap transaksi usaha tidak hanya terjadi, tetapi juga tercatat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Tidak Sekadar Belajar Menggunakan Aplikasi
Hal yang ditekankan dalam pelatihan bukan sekadar kemampuan mengoperasikan aplikasi atau memasukkan angka. Peserta diajak memahami konsep dasar pengelolaan keuangan usaha, mulai dari mencatat pemasukan, mencatat pengeluaran, mengelompokkan biaya, menghitung hasil usaha, hingga membedakan keuangan usaha dengan kebutuhan pribadi. Dengan demikian, teknologi berfungsi sebagai alat bantu untuk membangun pengelolaan usaha yang lebih tertib.
Peserta juga diberikan contoh transaksi yang dekat dengan aktivitas UMKM sehingga proses pembelajaran lebih mudah dipahami. Dari transaksi tersebut, peserta dapat melihat bagaimana data sederhana dapat berubah menjadi informasi mengenai kondisi keuangan usaha.
Mengubah Kebiasaan: Mencatat, Memeriksa, dan Mengevaluasi
Salah satu perubahan yang diharapkan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah munculnya kebiasaan melakukan pencatatan secara rutin. Sebelum mendapatkan pendampingan, pencatatan keuangan dapat dilakukan secara sederhana dan belum konsisten. Setelah pelatihan, peserta diarahkan untuk membangun tiga kebiasaan utama:
Mencatat, Memeriksa dan Mengevaluasi.
Mencatat berarti setiap pemasukan dan pengeluaran usaha diusahakan masuk dalam catatan. Memeriksa berarti melihat kembali apakah transaksi sudah tercatat dengan benar. Sedangkan mengevaluasi berarti menggunakan catatan tersebut untuk mengetahui kondisi usaha dan menentukan langkah berikutnya.
Keuangan Digital Mendukung Pemasaran Digital
Pengelolaan keuangan juga memiliki hubungan erat dengan kegiatan digitalisasi UMKM lainnya.
Ketika pelaku usaha mulai aktif memanfaatkan media sosial untuk promosi, misalnya, biaya pembuatan konten, kemasan, transportasi, maupun promosi dapat dicatat sebagai bagian dari pengeluaran usaha. Dengan demikian, aktivitas pemasaran digital dan pengelolaan keuangan dapat saling mendukung.
Pelaku UMKM tidak hanya mengetahui berapa banyak produk yang dipromosikan atau terjual, tetapi secara bertahap dapat mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan dan bagaimana hasilnya terhadap usaha.
AKPRIND Berkontribusi dan implementasi nyata pemanfaatan teknologi dalam Kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Bendung tahun 2026, teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai alat untuk memperkuat kemampuan masyarakat dan membantu UMKM tumbuh secara lebih tertib dan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


